Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Kasus Kakap Lagi di Hongkong: Cuci Duit Pakai Kripto, Rp2,2 Triliun

Kasus pencucian uang menggunakan kripto masih terus bermunculan, yang kali ini berasal dari Hongkong.

Tampaknya, para penjahat ini masih lebih memilih kripto sebagai media kejahatan karena berfikir ini tidak terlacak.

Pencucian Uang di Hongkong Pakai Kripto 

Berdasarkan laporan dari Bloomberg, Kamis (15/7/2021), pihak berwenang Hongkong telah menangkap empat orang atas dugaan sindikat pencucian uang sebesar HK$1,2 milyar, atau Rp2,2 triliun menggunakan kripto.

Penangkapan ini berjalan dalam operasi “Coin Breaker” yang dibentuk pada 8 Juli lalu.

“Orang-orang itu membuka berbagai rekening bank lokal dan melakukan transaksi melalui platform perdagangan di bursa mata uang virtual.. Dana mencurigakan diproses melalui pengiriman uang bank dan mata uang virtual dari Februari 2020 hingga Mei ini,” kata Pejabat Bea Cukai Hongkong.

Kepala Biro Investigasi Kejahatan Sindikat Bea Cukai, Mark Woo mengkonfirmasi kepada wartawan bahwa aksi para kriminal ini menggunakan kripto stablecoin Tether, USDT.

Woo pun mengatakan bahwa sekitar HK$800 juta atau Rp1,6 triliun telah terlibat dalam transaksi dari 40 wallet kripto.

Woo juga mengatakan bahwa ini adalah kali pertama negara tersebut mendeteksi kasus pencucian uang menggunakan kripto.

Mudah Terlacak

Tentu saja, kripto dan teknologi blockchain akan dapat mempermudah pihak berwenang untuk melacak para kriminal sehingga lebih mudah untuk menangkapnya.

Hongkong kini diketahui telah memperketat pengawasannya pada perdagangan mata uang kripto.

Selain itu, semua platform terkait kripto harus mendaftar ke pengawas lokal, dan tunduk pada aturan anti pencucian uang dan pendanaan anti-terorisme.

Selain itu, perusahaan pun hanya dapat melayani investor profesional bukan pedagang ritel. Kemungkinan ini akan tetap berlaku sampai situasi mulai mereda dan terbaca mampu menurunkan tingkat kejahatan sejenis di negara tersebut.

Kembali mengingat perkataan dari Wakil Asisten Komisaris Polisi Graham McNulty, bahwa hasil kejahatan dicuci dengan berbagai cara, sehingga kripto bukanlah satu-satunya ‘alat’ popular disini.

“Penjahat terorganisir semakin menggunakan cryptocurrency untuk mencuci uang kotor mereka.. Namun,uang tunai [fiat] masih tetap menjadi raja di dunia kriminal,” kata Graham.

Mengapa? Tentu karena fiat lebih tidak terlacak dibandingkan kripto sehingga masih menempati urutan pertama dalam ketergunaan di dunia kriminal. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }