Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Israel dan Palestina Mulai “Perang” Mata Uang Digital?

Perang yang masih berlarut-larut antara Israel dan Palestina kini sepertinya mengarah ke industri tercinta kita, mata uang digital, kripto. Dikabarkan, kedua negara ini ingin mengembangkan mata uang digital mereka sendiri, namun dengan tujuan yang berbeda.

Israel dan Syikal Digital

Untuk urusan mata uang digital, Israel telah beberapa langkah lebih maju dari Palestina, di mana mata uang digital mereka, syikal digital, telah memasuki tahap percontohan internal.

Syikal digital adalah CBDC, yang berarti dikeluarkan oleh bank sentral negara, yang saat ini menjadi fokus pengembangan di negara tersebut.

“[Percontohan] Ini meningkat sedikit selama setahun terakhir, terutama karena negara-negara lain juga berfokus pada hal itu, tetapi masih ada peluang kurang dari 50% (sebelumnya 20%),” kata Andrew Abir, Deputi Gubernur di Bank of Israel, dilansir dari Ledger Insights, Selasa (22/6/2021).

Selain itu, Abir mencatat bahwa CBDC ini tidak akan menghilangkan bank, karena bank akan tetap menjadi bagian penting dari setiap sistem pembayaran manapun, sehingga ini digadang akan bergandengan tangan dengan CBDC di masa mendatang.

“Kami berada di tengah proses disrupsi teknologi, dan kami tidak tahu siapa yang akan menjadi pemenangnya.. Apakah bank, perusahaan kartu kredit, fintech atau perusahaan teknologi besar? Akan ada perubahan dalam beberapa tahun ke depan yang belum kita ketahui. Tapi yang jelas lingkungan lima tahun ke depan tidak akan sama dengan lingkungan sekarang,” kata Abir.

Palestina Melirik Mata Uang Digital

Disisi lain, Palestina pun sepertinya tengah melirik mata uang digital dengan harapan terbaru yang tujuannya terlihat jauh berbeda dengan dibangunnya syikal digital.

Berdasarkan laporan dari Bloomberg, Otoritas Moneter Palestina (PMA) sedang mempelajari kemungkinan penerbitan mata uang digital.

Langkah ini diharapkan akan menjadi sebuah ‘aksi’ yang akan memungkinkan negara tersebut untuk menyerang, setidaknya menjadi pukulan simbolis untuk kemerdekaan moneter dari Israel.

Sekadar informasi, di bawah perjanjian 1990-an mereka dengan Israel, Palestina setuju untuk tidak segera membuat mata uang mereka sendiri, dan ekonomi mereka terutama menggunakan syikal Israel, bersama dengan dinar Yordania dan dolar AS.

Diketahui, saat ini bank-bank di Palestina telah dipenuhi oleh syikal karena undang-undang Israel melarang transaksi tunai dalam jumlah besar guna menindak pencucian uang.

Israel pun membatasi berapa banyak syikal di bank Palestina yang dapat ditransfer kembali ke Israel setiap bulan. Akibatnya, mereka terkadang harus meminjam untuk menutupi pembayaran valuta asing kepada pihak ketiga, dan terjebak dengan banyak syikal.

Dari hal inilah, mengapa mata uang digital akan menjadi sebuah peluang solusi bagi sistem moneter di Palestina.

“Dua penelitian tentang kripto sedang berlangsung dan belum ada keputusan yang dibuat, tetapi harapannya adalah untuk akhirnya menggunakan mata uang digital untuk sistem pembayaran di negara kita dan mudah-mudahan dengan Israel dan lainnya digunakan untuk pembayaran aktual,” kata Gubernur PMA Feras Milhem, dilansir dari Bloomberg, Kamis (24/6/2021).

Namun, jalan yang panjang masih harus dilalui karena kondisi ekonomi Palestina yang masih lemah secara inheren, serta dibatasi secara signifikan oleh pembatasan Israel pada arus bebas barang dan orang, sehingga masih sangat bergantung pada uang donor dan pengiriman uang dari Israel.

Menyikapi upaya mata uang digital ini, Raja Khalidi, direktur Institut Penelitian Kebijakan Ekonomi Palestina, mengatakan bahwa kondisi ekonomi makro tidak memungkinkan bagi mata uang Palestina dalam bentuk digital atau lainnya guna menjadi alat tukar.

Tentu saja, ini hanyalah awal. Palestina yang melihat ini sebagai secercah cahaya untuk bebas secara moneter kemungkinan akan terus berupaya mewujudkan ide mata uang digital ini jika ingin terus maju dan terbebas.

Jika perang senjata dan perebutan wilayah tak kunjung usai, serta terus memberi kerugian bagi Palestina, bukan tidak mungkin ini akan menjadi satu-satunya jalan bagi Palestina untuk meraih ‘kemenangan dalam peperangan moneter’, yang kemungkinan akan sangat diupayakan terwujud oleh pemerintah. Kita tunggu saja perkembangannya. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }