Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Ini Penyebab Sistem Solana (SOL) Sempat Jebol

Sistem blockchain yang tengah disorot, Solana, belum lama ini mengalami masalah hingga shutdown yang menciptakan kekhawatiran. Hal ini juga turut menyeret jatuh harga dari kripto aslinya, SOL.

Sistem Solana Jebol 

Meski pihak Solana telah mengumumkan akan memulai kembali jaringan dan memulihkan semua layanan, harga SOL tampaknya masih belum bisa bangkit sepenuhnya.

Diketahui, shutdown terjadi setelah akun Twitter “Solana Status” mengumumkan bahwa blockchain mengalami “ketidakstabilan intermiten” dan ini sedang coba dipecahkan oleh pihak Solana.

Pengumuman terbaru menambahkan bahwa penyebab masalah ini adalah habisnya sumber daya dan solusi yang mungkin adalah validator untuk memulai ulang mainnet.

Selain itu dijelaskan juga, ketidakstabilan terjadi akibat peningkatan besar dalam beban transaksi hingga 400.000 per detik yang membuat jaringan kewalahan dan pada akhirnya menyebabkan penolakan layanan.

Beta mainnet Solana mengalami peningkatan besar dalam beban transaksi yang mencapai puncaknya di 400.000 TPS. Transaksi ini membanjiri antrian pemrosesan transaksi dan kurangnya prioritas pesan penting jaringan yang menyebabkannya mulai bercabang. Forking ini menyebabkan konsumsi memori yang berlebihan, menyebabkan beberapa node menjadi offline,” ungkap Solana Status, dilansir dari Zycyrpto, Rabu (15/9/2021).

Setelah berlangsung lebih dari 10 jam, akhirnya jaringan telah dimulai ulang dan jaringan sudah kembali online.

Menuai Kritik 

Tentu saja, masalah yang diderita blockchain peringkat atas ini telah menuai banyak kritik.

Seorang analis Pseudonim, “Comet Shock”, memperingatkan bahwa shutdown dapat menyebabkan konsekuensi yang mengerikan bagi pengguna bursa terdesentralisasi (DEX) di blockchain Solana.

Ia pun beranggapan bahwa pasar derivatif dengan leverage telah menghadapi risiko kekurangan jaminan ketika jaringan dimulai kembali.

Selain itu, Gavin Wood, pendiri dari Ethereum (ETH), Polkadot (DOT) dan Kusama (KSM), juga mengungkapkan pandangannya mengenai masalah ini.

“Peristiwa hari ini di kripto hanya menunjukkan bahwa desentralisasi asli dan keamanan yang dirancang dengan baik membuat proposisi yang jauh lebih berharga daripada beberapa angka TPS besar yang berasal dari serangkaian server eksklusif dan tertutup. Jika Anda tidak dapat menjalankan full-node sendiri maka itu hanyalah bank lain,” ujar Wood dalam tweet-nya.

Dapat disimpulkan, maksud Wood adalah desentralisasi asli dan keamanan yang dirancang dengan baik itu lebih berharga daripada kemampuan untuk memproses puluhan ribu transaksi per detik (TPS).

Bagaimanapun, Solana harus mampu menjaga kepercayaan pengguna agar dapat terus bertahan di tengah persaingan blockchain yang ketat. Tentunya, itu juga akan beriringan dengan nasib dari harga kripto SOL. [st]

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }