Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Ini Penyebab Harga BNB Bakal Naik Terus

Ini penyebab harga aset kripto Binance Coin (BNB) bakal naik terus. Mekanisme burn adalah kata kunci, agar jumlahnya kian langka.

Kinerja BNB pada kuartal pertama 2021 tergolong sangat baik. Pada awal tahun 2021, harga BNB hanya sekitar Rp500.000.

Hanya dalam 4 bulan, berada di harga sekitar Rp8.500.000, ketika tulisan ini dibuat.

Diprediksi,  harga BNB ini akan bisa menyaingi Ether (ETH) dengan harga setidak-tidaknya mencapai Rp30 juta pada tahun ini juga.

BNB adalah aset kripto yang diterbitkan oleh perusahaan bursa aset kripto Binance. Ia diterbitkan di blockchain Binance Chain. Blockchain itu juga dibuat oleh Binance, termasuk Binance Smart Chain (BSC).

Binance mengklaim BSC, sudah mencapai 5 juta transaksi harian. Itu 4 kali lipat  jumlah transaksi harian di blockchain Ethereum. Banyak proyek DeFi (Decentralized Finance) menggunakan BSC.

Saat ini, total BNB yang beredar adalah 153.432.897 BNB setelah melalui proses burn setiap kuartal.

Burn ke-15 digelar pada beberapa waktu lalu, sebanyak 1.099.888 BNB atau setara dengan US$595.314.380. Lihat rinciannya di sini.

Di situs resminya, Binance menyebutkan nilai BNB dan kegunaannya, antara lain sebagai  biaya transaksi atau “gas” untuk memelihara ekosistem blokchain Binance, membayar biaya trading di berbagai trade pair, termasuk dukungan jaminan pada skema pinjaman cepat melalui platform Nexo.

Nexo juga mengacu pada salah satu aplikasi yang dijalankan di atas Binance Chain.

Kemitraan yang Mantap

Seperti Ethereum Foundation, Binance juga terkenal dengan banyaknya mitra yang mendukung, sebagai kaki-kaki penyangga terjaminnya harga BNB.

Sejumlah mitra penting di antaranya adalah Chainlink, FTX, Paxful dan Paxos.

Crypto.com, misalnya adalah salah satu aplikasi dagang aset kripto paling baik di dunia, karena juga bermitra dengan raksasa keuangan VISA.

Burning BNB adalah Kunci

Di antara berbagai kelebihan BNB, pembakaran/pemusnahan aset alias burning adalah kunci utama kenaikan harga BNB dari waktu ke waktu.

Binance melakukan pemusnahan BNB sekali dalam 4 bulan alias per kuartal. Cara ini untuk untuk mengurangi jumlah BNB yang beredara, sekaligus yang diperdagangkan.

Total unit BNB yang akan dimusnahkan sebesar 100 juta BNB dan setelah itu jumlahnya akan tetap sebanyak 100 juta BNB saja.

Tapi burn akan terus akan dilakukan hingga tersisa 100 juta BNB. Saat ini BNB yang beredar adalah 153.432.897 BNB.

Secara sederhana dalam hukum ekonomi, jika barang, dalam hal ini adalah asetnya langka, maka harga akan terjaga, bahkan naik.

Namun itu, harus diiringi dengan tingginya tingkat perminataan (pembelian) terhadap BNB.

Jadi, tingginya permintaan terhadap aset yang langka, maka harga tentu akan semakin meningkat.

Ini Bukti Burn BNB

Mekanisme burn ini, secara teknis dipastikan benar adanya, karena jumlah BNB yang dimusnahkan ditransfer ke address khusus yang disebut dengan eater address atau terkadang disebut juga black hole address.

Transaksi burn 1.099.888 BNB pada burn ke-15 pada 16 April 2021 lalu. Sumber: Binance Chain, Binance.org.

Address itu dipastikan tidak memiliki private key, sehingga siapapun termasuk Binance sendiri tidak bisa mengakses dan mengambil BNB di dalamnya.

Namun demikian, fitrahnya blockchain, semua BNB yang telah dimusnahkan itu bersifat transparan dan semua orang bisa memastikannya.

Untuk melihat secara langsung BNB yang sudah dimusnahkan. Lihat di transaksi ini, yang ini. Jikalau Anda tidak bisa mengaksesnya, silahkan gunakan VPN.

Lomba Video Binance

Baru saja Binance mengumumkan lomba video tentang Binance P2P. Total hadiah yang diperebutkan mencapai US$10 ribu (Rp145 juta). Rinciannya bisa dibaca di sini. [ps]

Protected with blockchain timestamps

Panda Siagianhttps://www.hariankripto.id/
Menekuni dunia blockchain dan kripto sejak 2017. Tertarik mendorong penggunaan bockchain untuk demokrasi, kemanusiaan dan lingkungan hidup. Bisa dihubungi melalui email: harian.kripto.id@gmail.com

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }