Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Ini Alasan Nilai Pasar ETH akan Lewati BTC

Harga ETH hari ini mencetak rekor lagi, US$3 ribu. Mampukah nilai pasar aset kripto itu melampaui Bitcoin (BTC), karena pasokan unit ETH sejatinya tak terbatas?

Pada kuartal pertama tahun 2021 ini, bisa disimpulkan kenaikan harga ETH sebagai paling cantik sedunia.

Kenaikannya tenang, namun nyaris tanpa bearish yang berarti.

Dalam satu bulan terakhir juga terjadi fenomena yang tidak biasa, dimana harga ETH “pekong alias pecah kongsi” dengan harga BTC.

Selama bertahun tahun, harga ETH dengan BTC biasanya selalu terkait dan relatif simetris dalam grafiknya.

Pada April hingga awal Mei, kelihatannya BTC terus terperosok, sementara ETH secara meyakinkan terus mengalami bullish.

Kemudian pada 1 Januari 2021, harga ETH hanya Rp10 juta, dan saat ini harganya sudah melampaui lebih 44 Juta atau meningkat lebih dari 440 persen.

Keunikan lainnya tercatat setiap minggu ETH mengalami ATH alias all time high.

Bandingkan dengan BTC yang pada awal tahun seharga Rp400 jutaan, hanya meningkat 100 persen lebih sedikit menjadi sekitar Rp940 juta di harga tertingginya.

Dan kini menderita anjlok di harga Rp800 jutaan.

Dibandingkan PayPal

Sekedar contoh, menarik membandingkan ETH dengan Paypal, sebuah perusahaan sentralistik keuangan.

Dikutip dari blog Bitcoin.com, transaksi di blockchain ethereum mencapai US$1,5 triliun dalam 4 bulan terakhir.

Sementara PayPal hanya berhasil membukukan transaksi sebesar US$936 juta dalam 12 bulan di tahun 2020.

Kapitalisasi pasar PayPal yang sudah beroperasi 23 tahun itu baru mencapai US$210 milyar.

Sedangkan nilai pasar ETH sudah mencapai US$263 milyar hanya dalam 7 tahun terakhir.

Memang membandingkan nilai pasar antara bentuk aset baru dengan perusahaan, tidak cukup adil.

Namun setidaknya angka menggambarkan soal kinerja.

Prediksi

Sejumlah prediksi mengemuka akhir-akhir ini yang menyebutkan kapitalisasi pasar ETH akan melampaui Bitcoin.

Tentu, ETH tidak akan melampaui harga unit. Terlalu sulit bagi ETH untuk mengejar harga per unit yang kelihatannya mustahil untuk dikejar dalam beberapa tahun yang akan datang.

Kapitalisasi pasar BTC sudah Rp1 triliun. Sementara ETH sebesar US$350 milyar.

ETH Unlimited Supply

Kita wajib membedakan antara kapitalisasi pasar alias nilai pasar dengan harga. Nilai pasar mengacu pada harga satuan unit asetnya dikalikan dengan pasokan aset yang beredar.

Nilai pasar ETH yang menguat tentu saja karena pasokannya yang juga bertambah di tengah permintaan yang meningkat. ETH sejatinya tak langka seperti BTC, bahkan memang unlimited, selayaknya uang dolar.

Saat ini pasokan beredar alias circulating supply ETH adalah 115,718,100 ETH. Rata-rata ETH baru yang terproduksi adalah rata-rata 13 ETH setiap 13 detik (periode antar block).

Bandingkan dengan total BTC yang bisa ditambang hanya 21 juta BTC. Di sistemnya juga berlaku mekanisme halving setiap 4 tahun.

Sejumlah Alasan

Pertama, walaupun diterbitkan di blockchain dengan prinsip desentralistik, namun tujuan keduanya berbeda jauh.

Blockchain Bitcoin dengan unit nilainya dari awal bertujuan sebagai alat penyimpan nilai, store of value

Sementara unit nilai ETH bertujuan tidak hanya sebagai alat penyimpan nilai, tetapi sebagai mesin smart contract. Fitur itu mempermudah membuat banyak aplikasi di blockchain, termasuk token tentu saja.

Kedua, pengembangan blockchain Ethereum untuk meningkatkan serapan ETH, memiliki tim dan kelompok yang terstruktur dan sistematis.

Sebut saja Consensys yang turut andil melahirkan Ethereum. Perusahaan itu secara terang benderang mendukung pengembangan Ethereum, bukan Bitcoin.

Karena itu pula pengembangan Ethereum relatif sentralistik dibandingkan Ethereum. Nuansanya lebih fleksibel dan menyesuaikan diri dengan perubahan pasar.

Maka tidaklah heran, ketika biaya transaksi menjadi sangat mahal, ketika harga ETH menjulang, tim di baliknya mengubah kode sumbernya.

Yang terbaru adalah pada April lalu. Langkah itu praktis menekan biaya transaksi dari rata-rata US$15-25 menjadi US$8-10. Itu adalah nilai rata-rata dan relatif lebih mudah dikendalikan.

Pun kelak blockchain Ethereum akan menganut Proof-of-Stake, sehingga jumlah transaksi ratusan kali lipat bisa dikelola, daripada saat ini. Biaya transfer pun semakin kecil lagi.

Di saat yang sama, belum ada kepastian soal penerapan burn untuk setiap biaya transaksi yang dikenakan.

Jikalau kelak konsensus itu tercapai sebelum penuh ke Proof-of-Stake, maka nilai dan harga ETH bisa melonjak lagi.

Ketiga, sementara pengembangan blockchain Bitcoin relatif ajeg dan tidak semudah membuat perubahan seperti di blockchain Ethereum.

Agar dicapai kesepakatan perlu sekitar 80-90 persen yang setuju, mulai dari para penambang, developer hingga bursa aset kripto.

Namun, itulah keunggulan Bitcoin sebagai sebuah sistem. Lihatlah versi terbaru Bitcoin Core kemarin, fitur barunya perlu 3 tahun lamanya disematkan.

Itu pun perlu diuji lagi dan menanti persetujuan sebelum diterapkan secara menyeluruh.

Kesimpulan

Kesimpulannya, walaupun kapitalisasi pasar BTC masih 3 kali lebih besar daripada ETH, dengan perubahan inti di sistem Ethereum, bukan tak mungkin kapitalisasi pasar ETH bisa melampaui BTC.

Tapi, sekali lagi, soal harga belum tentu. [ps]

Protected with blockchain timestamps

Panda Siagianhttps://www.hariankripto.id/
Menekuni dunia blockchain dan kripto sejak 2017. Tertarik mendorong penggunaan bockchain untuk demokrasi, kemanusiaan dan lingkungan hidup. Bisa dihubungi melalui email: harian.kripto.id@gmail.com

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }