Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Inggris Sita Kripto Senilai Rp3,6 Triliun, Salah Satu Terbesar di Dunia

Kasus pencucian uang berskala besar terungkap di Inggris, yang berakhir dengan penyitaan kripto bernilai triliunan rupiah. Kasus ini adalah salah satu yang terbesar di dunia.

Di tengah pandangan negatif Inggris terhadap kripto, hal ini sepertinya semakin memoles kejelekan wajah industri kripto di mata negara ini.

Inggris Menyita Kripto dari Kasus Pencucian Uang

Regulasi yang kurang memadai memang telah membuat posisi kripto menjadi sulit. Salah satunya di Inggris, yang telah mengambil tindakan keras terhadap kripto dan juga salah satu bursa, yakni Binance.

Selain itu, regulasi yang penuh celah ini telah dimanfaatkan oleh para penyeleweng pajak, teroris dan pedagang narkoba untuk mencuci uang dari aksi mereka.

Kabar terbaru, Inggris telah menyita kripto senilai Rp3,6 triliun dari sebuah aksi pencucian uang. Ini telah menjadi penyitaan kripto terbesar dalam sejarah karena nilainya yang fantastis.

“Penyitaan adalah tengara penting lainnya dalam penyelidikan ini yang akan berlanjut selama berbulan-bulan yang akan datang saat kami mengasah mereka yang berada di pusat dugaan operasi pencucian uang ini,” kata Detektif Constable Joe Ryan, dilansir dari Forbes, Selasa (13/7/2021).

Meski begitu, pihak terkait masih enggan membeberkan kripto apa yang masuk dalam penyitaan ini.

Meski begitu, peningkatan minat terhadpa kripto tidak dapat dihindari.

Didorong oleh pertumbuhan nilai untuk banyak aset utama dan token meme selama masa pandemi, ini telah menarik banyak minat insitusi dan perusahaan besar untuk menyelami industri kripto.

Beberapa di antaranya adalah JPMorgan, BNY Mellon, MicroStrategy, Tesla, Morgan Stanley, dan masih banyak lagi lainnya.

Fiat Masih Menjadi Favorit Penjahat

Wakil Asisten Komisaris Polisi Graham McNulty mengatakan bahwa hasil kejahatan dicuci dengan berbagai cara, sehingga kripto bukanlah satu-satunya ‘alat’ popular disini.

“Penjahat terorganisir semakin menggunakan cryptocurrency untuk mencuci uang kotor mereka.. Namun,uang tunai [fiat] masih tetap menjadi raja di dunia kriminal,” kata Graham.

Berbagai tuduhan kepada kripto sebagai ‘uang penjahat’ dapat kita sangkal dengan pernyataan dari Graham.

Kripto sendiri memiliki teknologi blockchain yang memudahkan setiap transaksi, termasuk dari aksi kejahatan, untuk dilacak.

Ini tentu akan membuat kesulitan tersendiri bagi para penjahat, dibandingkan dengan menggunakan uang fiat. Kripto adalah terobosan dunia keuangan masa depan, tinggal kita tunggu saja waktunya tiba. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }