Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Hong Kong Minta Publik Waspada Terhadap Binance

Komisi Sekuritas dan Perdagangan Berjangka (SFC) Hong Kong meminta publik agar waspada terhadap Binance.

Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong (SFC) telah mengeluarkan peringatan tentang platform perdagangan kripto yang tidak diatur, khususnya Binance. Regulator mengatakan bahwa Binance menawarkan perdagangan “token saham.”

Pernyataan pada Jumat lalu itu memperingatkan publik agar waspada menggunakan bursa kripto yang tidak terdaftar dan tidak diawasi di Hong Kong.

Secara khusus SFC mengatakan, bahwa perdagangan “token saham” adalah ilegal.

Token saham mengacu pada perdagangan saham di Binance, di mana nilainya 1 banding 1 terhadap harga saham asli di bursa efek. Token itu dibuat menggunakan smart contract dan berjalan di blockchain.

Namun, kemarin Binance sudah menghentikan layanan perdagangan token saham di platform-nya. Token saham memang popular, seperti di bursa FTX.com, pesaing berat Binance.

“Token saham adalah aset virtual yang diwakili untuk didukung oleh portofolio sekuritas yang berbeda dari saham yang terdaftar di luar negeri,” SFC merinci, dilansir dari News.Bitcoin.com.

Sebelumnya, negara lain, seperti Inggris, Kepulauan Caymans, Thailand, Jepang sudah mengeluarkan pengumuman senada.

Di Inggris Binance dianggap ilegal, karena perusahaan itu tidak terdaftar di otoritas FCA.

Sedangkan Thailand yang jauh sebelum Inggris, memperingatkan warga agar tidak menggunakan Binance.

Sementara otoritas Kepulauan Caymans memastikan tidak ada entitas perusahaan yang Binance yang terdaftar di negara pulau yang masuk wilayah Kerajaan Inggris itu.

Namun, diberitakan sebelumnya, di laman pendaftaran perusahaan Kepulauan Caymans, ada perusahaan bernama “Binance Holdings Limited”.

Namun pihak otoritas memastikan perusahaan itu tidak beroperasi di negara mereka, demikian di luar negara itu, terkait perdagangan kripto.

Hingga detik ini, Binance tampak seperti entitas bursa kripto yang tak punya label perusahaan induk apapun.

Di beberapa negara, seperti di Singapura misalnya, mereka punya perusahaan yang terdaftar secara lokal. Ini selayaknya Binance AS dan beragam negara lain.

Walaupun Binance selalu mengklaim sah dan mengikut beragam peraturan di setiap negara, tak sedikit pihak yang meragukannya.

Di Indonesia misalnya situs web Binance.com dan Binance.cc, masing-masing diblokir sejak tahun 2020 dan 2021.

Pihak regulator Indonesia menilainya ilegal, karena tidak memiliki perusahaan di wilayah Indonesia.

Ketidakjelasan Binance tidak menyurutkan minat penggunanya dari banyak negara. Dari segi volume perdagangan dan jumlah kripto, Binance masih tetap nomor satu.

Di AS ia bersaing ketat dengan Coinbase yang lebih tunduk pada peraturan yang berlaku.

Bulan lalu, Changpeng Zhao, Pendiri dan CEO Binance seolah-olah membela diri, menyamakan situasi saat ini seperti disrupsi mobil terhadap kereta kuda di masa lalu.

Baginya peraturan akan selalu berlawanan dengan inovasi keuangan. Namun ia yakin di masa depan kedua hal ini bisa “berdamai”. [nic]

Protected with blockchain timestamps

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }