Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Harta Nasional Korea Dijual Sebagai NFT Edisi Terbatas

Harta Nasional Korea akan memasuki industri kripto, yang akan dijual sebagai NFT, dan jumlahnya akan terbatas.

Harta tersebut adalah salinan manuskrip tak ternilai yang merinci asal-usul dan cara kerja sistem penulisan Korea yang disebut “Hangeul“.

Harta Nasional Korea Menjadi NFT 

Langkah ini akan menjadikan Hangeul sebagai Harta Nasional Korea pertama yang disiapkan untuk dijual sebagai token digital.

Tetapi, masih dikhawatirkan bahwa penjualan ini bisa menimbulkan kontroversi mengenai apakah itu harus diizinkan atau tidak.

Museum Seni Kansong di Distrik Seongbuk, Seoul utara, menyatakan bahwa mereka “berencana untuk mencetak naskah abad ke-15 tersebut sebagai NFT.

Museum ini juga memegang “Hunminjeongeum Haeryebon,” sebuah buku pegangan bergambar dari sistem penulisan Korea.

Nantinya, Hangeul NFT ini akan memiliki nomor seri dan menjualnya dalam jumlah terbatas, hanya untuk 100 pembeli. Kabarnya, masing-masing akan dijual seharga 100 juta won atau Rp1,26 milyar.

Sekadar informasi, Hunminjeongeum Haeryebon diterbitkan pada tahun 1446 selama Dinasti Joseon ketika Raja Sejong memproklamirkan penciptaan Hangeul dalam upaya untuk menggantikan karakter Tiongkok.

Buku pegangan ini menjelaskan prinsip-prinsip linguistik di mana Hangeul dibangun dan karena itu telah menjadi salah satu bagian terpenting dari warisan budaya di negara.

Sebagian besar buku pegangan ini telah hilang selama era kolonial Jepang 1910-45, salinan asli pertama ditemukan di Andong, Provinsi Gyeongsang Utara, pada tahun 1940.

Kemudian, salinan asli tersebut dibeli oleh Chun Hyung-pil (1906-1962), yang nama penanya adalah “Kansong.” Sejak saat itu, naskah tersebut disimpan dalam koleksi Museum Seni Kansong.

Masalah Keuangan

Diketahui, masalah keuangan menjadi faktor yang membuat Museum memutuskan menjual Hunminjeongeum Haeryebon dalam bentuk NFT.

Museum akan menggunakan uang yang diperoleh dari penjualan untuk biaya operasional dan untuk mendanai penelitian aset budaya.

“Ini juga dapat berfungsi sebagai kesempatan untuk berbagi kekayaan budaya yang berharga dengan masyarakat umum, terutama generasi muda yang tertarik dengan NFT,” kata Chun Young-woo, Presiden Yayasan Seni dan Budaya Kansong, dilansir dari Korea Times, Jumat (23/7/2021).

Meski begitu, langkah ini tetap memerlukan izin dari Administrasi Warisan Budaya (CHA) negara tersebut sehingga harus menyesuaikan Undang-Undang Perlindungan Warisan Budaya.

Jika ini berjalan mulus, ini akan menjadi salah satu langkah kemajuan lainnya bagi NFT untuk mendapat andil di tengah kehidupan masyarakat.

NFT dapat menyajikan sebuah karya bersejarah tanpa harus menjual fisik karya tersebut secara langsung. Ini sangat inovatif. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }