Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Harga Bitcoin Diprediksi Capai US$100.000 dalam Enam Bulan

Direktur Pelaksana Penasihat Investasi Midas Touch Consulting, Florian Grummes mengungkapkan bahwa dirinya meyakini harga Bitcoin bakal melonjak menjadi US$100.000 dalam waktu enam bulan. Apalagi, setelah menjalani periode yang memungkinkan turun ke level terendah US$25.000.

Dalam sesi wawancara dengan Kitco News, Grummes mencatat bahwa reli harga kripto baru-baru ini harus membuat investor lebih hati-hati melihat BTC untuk investasi. Hal itu berdasarkan analisinya bahwa harga BTC akan terkoreksi dalam jangka pendek.

Dia mencatat lompatan harga baru-baru ini adalah tipikal aksi jual kripto sebelumnya, yang juga mengharapkan aksi jual baru BTC di harga US$25.000.

“Tapi bagaimanapun, Bitcoin dapat berbalik arah kapan saja dan bergerak ke atas harga US$100.000. Itu dimungkinkan terjadi dalam enam bulan ke depan,” kata dia, dilansir, Senin, (30/8/2021), dari Cryptoglobe.

Volatilitas Bitcoin Jadi Lebih Kecil

Jika harga Bitcoin berhasil mencapai angka US$100.000, maka akan mampu memasuki tren historis yang mana berpotensi melonjak lebih banyak lagi. Apalagi geliat para investor yang mencoba mendapatkan eksposur ke kripto semakin tinggi. Potensi itu nyata mengingat penjualan tercatat hingga 70 persen.

Grummes bilang, volatilitas koin unggulan ini dinilainya secara signifikan lebih kecil daripada saat ini, meskipun ke depannya BTC diramal masih akan mendapatkan ‘guncangan liar’.

Namun, ia optimis dalam beberapa tahun akan melihat BTC diperdagangkan pada US$1 juta atau lebih.

Menuju US$100.000

Prediksi harga muncul ketika Bitcoin mencoba untuk melampaui angka US$50.000 sekali lagi, walaupun tampaknya gagal melewatinya. Data terakhir dari CryptoCompare menunjukkan BTC diperdagangkan pada US$47.400 setelah pulih dari level terendahnya US$30.000 pada awal tahun ini.

Analis Bloomberg, Mike McGlone juga telah mengungkapkan bahwa dia percaya Bitcoin dan Ethereum adalah pasar digital yang teramat optimis (discounted bull markets). Dua koin ini memperkuat basis dukungan mereka pada bulan Juni dan Juli, yang melanjutkan grafik kenaikan harganya dalam waktu dekat.

Sudah jelas dengan target US$100.000, usaha itu tampaknya sedang dimainkan BTC.

Demikian pula, analis kripto pseudonim popular “KALEO”, yang optimis Bitcoin mengungguli teknologi saham. Ia percaya Bitcoin akan melampaui US$100.000 dalam jangka panjang.

Pengetatan Kebijakan Moneter Lemahkan Kripto

Di sisi lain, harga mata uang kripto kompak melemah pada perdagangan akhir pekan ini.

Berdasarkan data Coinmarketcap, Minggu (29/8/2021) harga Bitcoin terkoreksi 1,05 persen menjadi di kisaran US$48.490 atau Rp697,67 juta.

Bila dibandingkan dengan harga perdagangan pekan lalu, harga Bitcoin terkontraksi 1,53 persen. Meski sempat mengalami rally dan menembus level US$50.000.

Dilaporkan Coindesk, satu di antara isu yang memengaruhi harga Bitcoin sepanjang pekan ini yakni isu pengetatan kebijakan moneter atau tapering yang dikabarkan bakal dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, pada akhir tahun.

Artinya, bank sentral banyak mengurangi porsi pembelian surat utang dari nilai yang sebelumnya dilakukan.

Keputusan untuk melakukan tapering tersebut diumumkan oleh Gubernur The Fed, Jerome Powell.

Setelah pengumuman dilakukan, harga Dolar AS melemah sementara harga Bitcoin sempat menguat, meski kemudian kembali melemah.

Kontraksi harga yang dialami Bitcoin pun diikuti oleh mata uang kripto lain. Seperti Ethereum terkontraksi 1,66 persen menjadi di kisaran US$3.197,08. Nilai tersebut setara dengan Rp46,04 juta.

Cardano juga mengalami kontraksi 1,60 persen menjadi US$2,8 atau sekitar Rp40.320. [ba]

Protected with blockchain timestamps

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }