Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Harga Bitcoin Cetak Rekor Baru, Lebih Dari US$66 Ribu

Berbagai pijakan kuat yang dimiliki Bitcoin (BTC) telah membawanya harganya mencetak rekor ATH (tertinggi sepanjang masa) baru, menandai minat yang semakin kuat dari investor.

Dengan ini, kripto utama semakin memperkokoh dominasinya di pasar kripto, sehingga pertumbuhannya terlihat menonjol dibandingkan beberapa altcoin utama.

Bitcoin Cetak ATH Baru

Berdasarkan data harga real-time BTC dari Coindesk, harga ATH terbaru dari kripto utama terbentuk di level US$66.974,77 pada tanggal 20 Oktober, pukul 21.45 WIB.

Bisa dibilang, BTC tidak membutuhkan waktu lama untuk bangkit dari keterpurukannya pasca crash pertengahan Mei. Memulai dari kisaran US$30.000, bergerak naik lebih dari dua kali lipat ke ATH terbarunya tersebut.

Kenaikan hebat ini, pada saat penulisan, telah membawa kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi sebesar US$1,22 triliun. Ini adalah setengah dari kapitalisasi pasar milik perusahaan paling berharga di dunia, Apple Inc.

Beberapa faktor penting tentu ada di balik kenaikan ini, seperti disetujuinya ETF Bitcoin berjangka pertama oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS, yaitu ETF Bitcoin Futures ProShares.

Adopsi Kuat Menanti

Meski ini bukanlah kontrak untuk spot, namun tetap mampu menjadi pemicu kepercayaan diri investor untuk terus mengangkat harga kripto hingga mencetak ATH baru.

“Lompatan Bitcoin baru-baru ini melewati ATH, terutama karena sentimen bullish yang dibawa oleh peluncuran ETF BTC berjangka pertama.. Ini, bersama dengan beberapa bahasa positif dari regulator pada awal Oktober, memperparah kenaikan Bitcoin melewati US$65.000″ kata Nick Mancini, Analis Riset di Trade The Chain, dilansir dari Forbes, Rabu (20/10/2021).

Selain itu, Kay Khemani, Direktur Pelaksana di Spectre.ai, berpendapat bahwa ETF pertama ini akan memicu lebih banyak adopsi kripto.

Pada akhirnya, ini akan memicu loop umpan balik yang kuat yang tampaknya akan memantik laju bull run selanjutnya.

Melirik ke Rusia, negara ini juga digadang akan segera menggunakan mata uang kripto, seperti Bitcoin, untuk menggantikan dolar AS sebagai cadangan devisa.

Negara ini memang diketahui telah cukup lama menginginkan de-dolarisasi untuk menghindari tantangan yang ditimbulkan oleh sanksi dari pemerintah AS.

Dan dalam pertimbangan terbaru Kementerian Luar Negerinya, aset kripto telah masuk ke dalam salah satu kandidat untuk cadangan devisa.

Banyak sekali faktor pendukung, baik teknis maupun fundamental yang siap mengangkat harga BTC menjadi lebih tinggi.

Dari sini, pertanyaannya adalah, apakah Bitcoin akan mampu mencetak harga 6 digit angka sebelum tahun 2021 ditutup? Mari kita saksikan. [st]

 

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }