Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Harga Bitcoin Akhir Tahun Bisa Rp900 Jutaan?

Pandangan optimis terhadap harga Bitcoin (BTC) rupanya masih mendominasi berdasarkan survei yang dilakukan oleh sebuah situs web pembanding asal Amerika Serikat.

Apakah pasar bears saat ini lebih terlihat sebagai peluang untuk melompat daripada sinyal keruntuhan menuju ketiadaan nilai? Ini adalah poin dari survei tersebut.

Harga Bitcoin Bisa Kembali ke ATH

Berdasarkan hasil survei dari Finder mengenai nilai dari Bitcoin, lebih dari setengah responden (61%) memandang kripto utama ini masih undervalued (di bawah nilai sesungguhnya).

Para responden yang optimis ini pun memperkirakan Bitcoin akan mencapai US$66.284 atau Rp960 jutaan, yang melampaui harga tertinggi sepanjang masa (ATH) terbarunya.

Meski beragam, rata-rata memperkirakan BTC akan berada di atas harga US$60.000 di penghujung tahun ini.

Sedangkan, hanya ada kurang dari seperempat responden saja (24%) yang memandang BTC masih overvalued (di atas nilai sesungguhnya) di harga saat ini, sekitar US$31.500.

CEO Morpher Martin Fröhler adalah yang paling bullish di antara panel di BTC. Martin telah memberikan prediksi akhir tahun sebesar US$160.000. Menurutnya, peningkatan adopsi akan mendorong harga ke depan.

“Adopsi oleh perusahaan dan investor institusional yang dipasangkan dengan kebijakan moneter yang longgar dan inflasi aset yang tinggi akan mendorong Bitcoin ke 6 digit angka sebelum akhir tahun ini,” kata Martin.

Selain itu, ia pun berpendapat bahwa halving yang berikutnya akan semakin meningkatkan nilai dari Bitcoin. Ia juga berpandangan, pada 2030 mendatang, BTC akan menggantikan emas sebagai aset cadangan global.

Death Cross pada BTC

Secara teknikal, Bitcoin yang saat ini sudah terdepresiasi nilainya hingga 50% dari ATH sudah berada dalam wilayah death cross dari indikator Moving Average.

Meski begitu, CEO dan Pendiri dari Allnodes, Konstantin Boyko-Romanovsky mengatakan bahwa death cross tidak lebih dari sekadar indikator kondisi saat ini dan tidak selalu memprediksi apa yang akan datang.

“Saya tidak percaya bahwa BTC dan pasar kripto memasuki pergerakan bearish yang parah. Death Cross adalah prediktor pasar bears dalam arti kata tradisional, dan prediktor jangka panjang [masih] di atas itu semua,” kata Boyko-Romanovsky.

Salah satu Pendiri Finder, Fred Schebesta pun mengatakan bahwa death cross bukanlah alat yang tepat untuk memprediksi potensi jangka panjang Bitcoin.

Selain itu, dalam survei yang berbeda mengenai “Apakah Bitcoin Sudah Memasuki Pasar Bears?” juga mendapatkan jawaban yang baik dari para responden.

Lebih dari setengahnya juga (62%) berpandangan positif dengan menjawab “tidak”.

Kepercayaan investor yang besar, adopsi dari institusi yang terus meningkat, dan masih adanya momen halving adalah tiga faktor utama yang nyata adanya.

Ketiganya adalah sinyal kuat bagi potensi bullish yang sudah terbukti sejak 2018-2019 lalu. Pada masa itu, BTC telah mampu bangkit dari harga US$3.000-an kembali ke ATH sebelumnya dikisaran US$20.000. Tidak ada yang mampu menyangkal sejarah luar biasa ini. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }