Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Hantu Evergrande dan Hancurnya Pasar Kripto

Runtuhnya raksasa pengembang properti asal Tiongkok, Evergrande, telah memukul kuat pasar global, termasuk kripto.

Peristiwa besar ini telah menjadi hantu yang menakuti para investor sehingga terjadi penjualan massal. Meski begitu, kini pasar kripto terlihat sedang mencoba bangkit sekali lagi.

Pasar Kripto Kompak Ambruk

Pada sesi perdagangan Asia, pasar kripto secara serempak mengarah ke selatan dengan hanya menyisakan stablecoin yang bertahan.

Ini terlihat mengejutkan dan menciptakan kepanikan tersendiri di kalangan investor ritel, terutama yang gemar membeli di pucuk.

Kripto utama seperti Bitcoin, Ether, Cardano dan altcoin lain kompak terdepresiasi nilainya. Walau begitu, sejak Selasa sore (21/9/2021), pasar kripto mulai mencoba bangkit dari keterpurukan.

Di tengah kekhawatiran investor, pengamat industri memperkirakan ada perkembangan internasional yang signifikan yang dampaknya sampai ke pasar kripto. Selain itu, mereka menyarankan lebih baik untuk menunggu terlebih dahulu, tidak mengambil tindakan apa pun.

“Kami berada di titik yang menarik di pasar tradisional dan pasar kripto.. Ada positif dan negatifnya, tetapi untuk saat ini, investor menyerah pada bearish di seluruh bursa,” kata Justin d’Anethan, Kepala Penjualan Bursa di EQONEX, dilansir dari Forkas, Selasa (21/9/2021).

Runtuhnya Evergrande 

Diketahui, prospek runtuhnya raksasa properti Evergrande telah menjadi dalang terguncangnya pasar global, termasuk kripto.

“Perusahaan telah berkembang pesat dalam 30 tahun sejarahnya untuk menjadi perusahaan Fortune 500.. Tetapi, [Evergrande] gagal mengkonsolidasikan utangnya di sepanjang jalan,” kata Andrew Sullivan, Pendiri dan Penulis Asianmarketsense.

Selain itu, perubahan pasar dan kondisi pemerintah yang mempengaruhi pasar properti, itu telah membuat utang perusahaan semakin rumit.

Evergrande dilaporkan memiliki utang sebesar 2 triliun yuan, setara Rp4.400 triliun, menurut pembukuan mereka. Tentu aja, saham perusahaan ikut terkapar dengan turun 80 persen dari Juli, titik terendah sejak 2014.

Prospek keruntuhan dari perusahaan sekelas Evergrande mengingatkan kita akan keruntuhan Lehman Brother tahun 2008, yang memicu krisis global.

Dari pihak Tiongkok, pemerintah dikatakan tidak akan membiarkan perusahaan ini runtuh. Berbagai solusi sedang diupayakan agar tidak memicu sesuatu hal yang mengerikan.

Namun ada sisi positif yang dapat diambil dari kejadian ini. Pada saat terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan, kripto adalah aset yang dapat dengan cepat dijual (dilikuidasi).

Kebutuhan uang cepat mudah diwujudkan dengan menjual aset kripto, yang tentu berbeda terbalik dengan beberapa aset investasi tradisional seperti properti, obligasi, bahkan saham.

Menariknya, komunitas kripto masih meyakini bahwa penurunan ini tidaklah lama. Pasar kripto masih akan bangkit kembali karena dasar fundamental yang sudah kuat. Kripto kemungkinan akan menjadi yang pertama bangkit dibandingkan aset investasi tradisional. Mari kita saksikan. [st]

 

 

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }