Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Hakim Kabulkan Lagi Mosi Ripple Labs

Kasus antara Ripple Labs dan SEC di AS masih berlangsung sengit. Kabar terbaru adalah hakim mengabulkan lagi mosi tak percaya Ripple Labs. SEC akhirnya tak bisa memeriksa kelengkapan dokumen argumen hukum penerbitan XRP.

Pangkalnya adalah pada 7 Mei 2021 lalu. Ketika itu, Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) AS mengajukan permohonan kepada pengadilan, untuk memeriksa sejumlah dokumen internal Ripple Labs.

Dokumen yang dimaksud terkait dengan argumen hukum ketika perusahaan itu menerbitkan XRP.

Dokumen itu sangat penting untuk mengukuhkan argumen gugatan SEC, apakah XRP itu masuk kategori sekuritas (kontrak investasi modal) ataukah sekadar aset kripto yang masuk kategori komoditi atau mata uang (currency).

Langkah SEC langsung direspons oleh Ripple Labs dengan mengajukan mosi tak percaya. Mereka menolak dokumen itu diperiksa oleh SEC.

Hakim pun senada dengan argumen Ripple Labs lewat mosi itu. Hakim pun menolak permohonan SEC.

Di titik ini, Ripple Labs berada di atas angin untuk kedua kalinya.

Sebelumnya, mosi lain oleh perusahaan juga dikabulkan, yakni rekening bank para pendiri tidak boleh diperiksa atas dasar privasi.

Ujung kasus perdata ini belum kunjung jelas, di tengah-tengah masih berdarahnya pasar aset kripto.

Aksi jual yang berlangsung berada di tangan retail. Bahkan peraturang dirasa memberatkan banyak bermunculan, seperti kebijakan lapor pajak di AS mulai 2023.

Bahkan Tiongkok sebagai pasar terbesar kripto juga sedang terpukul lewat pengetatan transaksi kripto dan perbankan.

Bahkan usaha tambang Bitcoin tidak bisa lagi leluasa beroperasi dan menggunakan listrik yang bebas. [nic]

Protected with blockchain timestamps

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }