Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Gara-Gara Facebook, Microsoft dan Nike Kepincut Metaverse

Tampaknya, langkah Facebook yang mengubah diri menjadi Meta telah menarik minat baru ke ranah metaverse, salah satunya dari Microsoft dan Nike.

Tentu saja, hadirnya Facebook di metaverse digadang akan membuat sektor ini menjadi besar dan ramai di masa mendatang. Tidak ada satu pun yang ingin melewatkannya jika masih ingin mengikuti zaman dan tentunya, meraih cuan.

Apa Itu Metaverse?

Metaverse adalah semacam lingkungan hidup berbentuk virtual dan tiga dimensi (3D) yang dapat kita masuki.

Di lingkungan virtual ini, kita dapat melakukan segala macam kegiatan layaknya di dunia nyata seperti bermain, bekerja, berolahraga, berbincang dan masih banyak lagi dengan bantuan headset virtual reality (VR), kacamata augmented reality (AR), aplikasi smartphone atau perangkat lain.

Kita akan terhubung dengan banyak orang seperti sungguhan meski terpisahkan jarak. Ini adalah dunia baru yang biasa kita lihat di film-film bertema sci-fi.

Microsoft dan Nike Bersiap

Diketahui, raksasa teknologi Microsoft akan memasuki metaverse melalui konsol game mereka, Teams dan XBox, bersama dengan produk baru yang disebut “Dynamics 365 Connected Spaces.”

Metaverse memungkinkan kita untuk menanamkan komputasi ke dunia nyata dan untuk menanamkan dunia nyata ke dalam komputasi. Membawa kehadiran nyata ke ruang digital apa pun. Yang terpenting adalah, kita mampu membawa kemanusiaan kita bersama kita, dan memilih bagaimana kita ingin menjalani dunia [virtual] ini,” kata CEO dari Microsoft, Satya Nadella, dilansir dari Cointelegraph, Rabu (3/11/2021).

Pembaruan untuk konsol Teams dijuluki “Mesh” dan akan diluncurkan pada tahun 2022 mendatang.

Ini akan menyajikan pengguna avatar digital yang dipersonalisasi dan ruang imersif untuk bertemu di metaverse “yang dapat diakses dari perangkat apa pun, tanpa memerlukan peralatan khusus.”

Selain itu, Microsoft juga akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk menghadirkan suara pencipta untuk lebih menghidupkan avatar.

Di sisi lain, merek pakaian olahraga ternama, Nike, juga diketahui akan memasuki ranah metaverse.

Hal ini diketahui dari beberapa pengajuan merek dagang yang kemungkinan berkaitan dengan dunia virtual.

Pengajuan tersebut mengungkapkan bahwa perusahaan ingin menjual pakaian virtual di metaverse. Selain itu, tahun depan Nike juga ingin meluncurkan beberapa proyek virtual.

Tentu saja, ini barulah awal. Kemungkinan besar, masih akan ada banyak lagi raksasa industri yang ingin terjun ke ranah metaverse ini karena terlihat sangat gurih.

Ini adalah kali pertama, sehingga memiliki peran di sektor baru yang berpotensi besar (karena ada Facebook di belakangnya) adalah prospek yang menjanjikan. Mari kita saksikan. [st]

 

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }