Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Fraktal Ethereum: Ether (ETH) Bisa Sentuh Rp185 Juta

Berdasarkan analisis fraktal ‘legendaris’, harga Ether (ETH) diprediksi akan mampu mencapai US$13 ribu, setara Rp185 juta, dalam dua bulan ke depan. Saat ini harga ETH berkisar US$3.400 per ETH, menguat 17 persen dalam sepekan terakhir.

Fraktal Ether yang Bullish

Mengapa legendaris? Itu karena fraktal tersebut mirip dengan fraktal dari tahun 2017, yang terdiri dari setidaknya empat pola teknis yang berperan dalam mendorong harga ETH naik lebih dari 7.000 persen.

Daat saat ini, sejumlah kumpulan indikator bullish yang sama telah muncul karena ETH diperdagangkan di atas US$3.350 setelah reli lebih dari 360 persen di tahun ini.

Apa Itu Analisis Fraktal?

Analisis fraktal, dilansir dari Cointelegraph, menggunakan 4 indikator utama, yakni relative strength index (RSI), stochastic RSI, bullish hammer dan Fibonacci retracement level.

Ini dimulai dengan terjadinya bullish hammer pada grafik bulanan Ether pada Desember 2017, diikuti oleh reli harga 7.000 persen selama enam bulan berikutnya.

Pergerakan naik yang cukup masif ini mendorong RSI bulanan Ether ke lebih dari 94, zona yang sangat overbought.

Prediksi Harga Ether
Grafik analsis fraktal ETH.

Akibatnya, kripto peringkat ke-2 dunia ini, mulai terkonsolidasi (bergerak sideways) untuk menetralisir sentimen bullish yang berlebihan dan dengan demikian, RSI mulai terkoreksi lebih rendah.

Secara paralel, indikator stochastic RSI bulanan Ether, yang membandingkan harga penutupannya dengan kisaran harga selama periode tertentu, juga mulai terkoreksi lebih rendah setelah adanya pola overbought.

Kemudian, pada November 2017, stochastic RSI berbalik naik, dengan garis %K (warna biru), yang membandingkan harga terendah terendah dan tertinggi tertinggi suatu aset untuk menentukan kisaran harga melintasi di atas garis %D (warna jingga), yang merupakan rata-rata bergerak %K.

Sementara itu, pembacaan stochastic RSI berada di atas 20 pada saat flip, yang mendorong harapan skenario bullish bagi ETH.

Kemudian, kripto Ethereum ini melonjak 500 persen lagi, ditutup di atas level US$1.200 pada Januari 2018. Ini bertepatan dengan RSI, membentuk double top, seperti yang ditunjukkan pada grafik di atas.

Seluruh bottom-to-top terjadi di dalam kisaran ascending channel, dengan Fibonacci retracement level 23,6 persen, sebagai support level dan resistance level.

Pengulangan di 2021 Sejauh Ini

Ether hampir mencerminkan pergerakan dari fraktal 2017 saat menuju kuartal terakhir tahun 2021, meskipun tanpa order yang signifikan

Secara rinci, harga ETH menguat sebesar 3.400 persen menjadi lebih dari US$4.300, 16 bulan setelah membentuk stochastic RSI cross bullish (ketika garis %K melonjak di atas garis %D).

Prediksi Harga Ether

Sementara itu, pergerakan naik yang besar, sekali lagi telah mendorong RSI bulanan Ether ke zona overbought.

Periode konsolidasi diikuti yang membuat Ether membentuk bullish hammer pada Juli 2021, menunjukkan seller telah membentuk harga terendah.

Berpotensi Mencapai US$13 Ribu

Analis pseudonim yang pertama kali melihat fraktal Ether, Jaydee_757, menyoroti potensi hammer ini, sehingga berpotensi mendorong harga Ether naik luar biasa. Menurutnya, ini akan terus meningkat dengan sasaran kenaikan utama berada di dekat garis Fib 2,618 (sekitar US$13.000).

Skenario bullish juga bersandarkan pada sinyal cross bullish RSI stochastic potensial dan RSI double top, menanti untuk muncul di grafik bulanan Ether dalam “beberapa bulan” ke depan, mirip dengan yang bertepatan dengan reli harga 500 persen pada tahun 2018, karena disebutkan di atas.

Kelemahan Analisa Ini

Analisis fraktal mengasumsikan bahwa sejarah bisa berulang, seperti analisis teknikal pada umumnya. Jadi, prediksi menuju US$13 ribu per ETH bisa terjadi jika memang sejarah benar-benar berulang dan harga tidak keluar dari jalur skenario. Mari kita saksikan. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }