Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Ekonom Cornell: Bitcoin Punya 3 Kekurangan Mendasar

Eswar Prasad, Profesor ekonomi dari Universitas Cornell dan mantan Kepala Divisi Tiongkok di IMF menilai ada tiga kekurangan utama dalam Bitcoin. Salah satunya, yakni memaksa masyarakat memilih metode pembayaran alternatif.

Kelemahan pertama Bitcoin adalah soal penggunaan energi dalam penambangannya. Tentu saja itu tidak baik untuk lingkungan. Seharusnya Bitcoin bisa seperti blockchain Ethereum yang jauh lebih hemat energi dan berbiaya murah,” kata Prasad kepada CNBC, dilansir dari Bitcoin.com.

Pernyataan Prasad sekilas menegaskan pernyataan Tesla pada Mei 2021 lalu, sehingga membuat perusahaan pimpinan Elon Musk itu menghentikan pembayaran menggunakan Bitcoin.

Teranyar, Tesla lewat Elon mengatakan di Twitter, bahwa pihaknya akan menggunakan lagi Bitcoin, jikalau setidaknya 50 persen dari tambang Bitcoin global sudah menggunakan sumber listrik yang terbarukan.

Kekurangan kedua, kata Prasad, transaksi Bitcoin tidak sepenuhnya anonim, karena justru lebih mudah dilacak.

Ia mencontohkan kasus Colonial Pipeline lalu. Tebusan berupa Bitcoin kepada peretas Rusia bisa diambil kembali oleh pemerintah. Nilainya tak tanggung-tanggung mencapai US$2,3 juta.

Prasad malah menyarankan, jikalau transaksi lebih privat, masyarakat bisa mencari alternatifnya, yakni Monero dan Zcash.

Prasad memang tak menyinggung soal fitur tambahan Bitcoin, yakni Taproot yang sedang dalam proses rampung. Taproot diklaim menjadikan transaksi menjadi lebih privat, karena bisa disematkan ke Layer2 seperti Lightning Network.

Transaksi Bitcoin yang tak anonim sepenuhnya, sehingga tak mudah dilacak, bukanlah isu baru, karena pada prinsipnya sejak Bitcoin dirancang oleh Satoshi Nakamoto, transaksinya memang lebih bersifat pseudononim.

Sedangkan kekurangan ketiga, Prasad menyoroti soal lambatnya dan sedikitnya transaksi di blockchain Bitcoin. Ini yang sulit bagi Bitcoin sebagai alat pembayaran, terlebih lagi harganya sangat volatil.

Dalam update Taproot dan kelak bisa disematkan di jaringan Lightning Network justru bisa mempercepat transaksi dan murah. Namun, Lightning Network memang belum terlalu popular dan pendukungnya masih sedikit.

Pun lagi, jaringan itu tidak bisa menangani nominal BTC yang besar. Itulah sebabnya Lightning Network lebih cocok untuk remitansi antar negara.

Wow, Tunisia Segera Legalkan Bitcoin

Metode inilah yang saat ini dipercepat oleh El Salvador pasca parlemen menjadikan Bitcoin sebagai legal tender pada 9 Juni 2021 lalu.

Salah satu perusahaan yang akan bermain di negeri itu adalah Zap yang mendukung Lightning Network. [nic]

Protected with blockchain timestamps

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }