Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Dogecoin Semakin Disokong Elon, Asyik!

Anda pecinta Dogecoin (DOGE)? Bersiap-siaplah, karena Dogecoin semakin disokong oleh Bos Tesla, Elon Musk.

Hal itu menguat setelah Elon mencuit, bahwa pihaknya sedang bekerjasama dengan developer Dogecoin, agar aset kripto berlambang anjing Shiba Inu semakin berjaya.

Working with Doge devs to improve system transaction efficiency. Potentially promising,” tulisnya, dini hari tadi.

Kalimat itu sangat terang benderang, pasca ia tampil di acara Saturday Night Live (SNL) pada 8 Mei 2021 itu.

Di SNL, karena acara itu adalah acara komedi, dia membawa nama DOGE dengan penuh candaan, termasuk teriakan lantangnya itu: “To the moon!!!“.

Dogecoin Menguat Cepat

Pasar menyambut ceria cuitan Elon itui, ketika pasar sebagian besar terpuruk.

Harga DOGE tiba-tiba menguat hingga 17 persen dalam 24 jam terakhir. Saat ini harga Dogecoin di kisaran Rp7.400-an.

Dukungan terbaru Elon itu beberapa jam setelah Coinbase memastikan akan me-listing Dogecoin di bursanya dalam 6 pekan mendatang.

Tambahan lagi, Elon sebelumnya juga bertanya kepada publik apakah aset itu bisa sebagai pembayaran alternatif.

Itu terkait dengan keputusan Tesla yang menghentikan penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran mobil listrik mereka.

Perkembangan blockchain Dogecoin sejatinya lambat. Upgrade besar baru terjadi pada beberapa bulan lalu, setelah versi baru pada Juli 2019.

Tapi, dukungan Elon memudarkan tafsiran bahwa Dogecoin oleh orang terkaya sedunia itu meninggalkan Dogecoin.

Dari sini kita bisa melihat benang merah yang semakin jelas, soal masa depan Dogecoin. Apalagi SpaceX (perusahaan privat milik Elon) sudah benar-benar menerima Dogecoin sebagai alat pembayaran dalam peluncuran satelit mini perusahaan asal AS.

Dari sini pula kita melihat kejelasan lain, bahwa Tesla tetap membeli Bitcoin sebagai bagian dari neraca keuangannya.

Tetapi untuk urusan pembayaran, bersandar kepada aset itu, yang konsumsi energinya jauh lebih murah daripada Bitcoin.

Dilansir dari blog terbaru Triv hari ini, sikap Tesla yang menghentikan pembayaran menggunakan Bitcoin sangatlah masuk akal walaupun terkesan dilematis.

“Penambangan Bitcoin memang perlu energi listrik yang luar biasa dan masih mengandalkan batubara seperti di Tiongkok. Berdasarkan data terkini dari Cambridge, konsumsi listrik untuk menambang Bitcoin secara global, melebihi konsumsi listrik di negara Swedia dan Malaysia. Dan ini akan bertambah terus, seiring meningkatnya permintaan terhadap Bitcoin,” sebut Triv yang merupakan bursa aset kripto ternama asal Indonesia itu.

Masalahnya adalah tambang Bitcoin belum bisa sepenuhnya mengandalkan energi terbarukan seperti angin dan air, karena sangat bergantung dengan cuaca.

Walaupun tambang batubara sering terjadi masalah, sehingga pasokan listrik terganggu, tapi relatif mudah dipecahkan.

Jadi, di masa depan akan ada masa penambangan Bitcoin menggunakan energi terbarukan. [nic]

Protected with blockchain timestamps

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }