Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Dogecoin Foundation Tuntut Dogecoin 2.0, Ada Apa ?

Yayasan Dogecoin telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak terlibat dan bukan bagian dari proyek Dogecoin 2.0 yang saat ini sedang ramai.

Proyek baru itu disebut meniru koin meme ber-ikon anjing Shiba Inu itu. Mereka mempromosikan dirinya sebagai koin Doge yang sudah di-upgrade atau ditingkatkan.

Otoritas Doge juga sudah mengeluarkan tuntutan hukum agar koin baru itu mengubah namanya.

Dalam sebuah surat yang diterbitkan pada hari Selasa lalu, Dogecoin Foundation menegaskan telah melibatkan pengacara agar melindungi brand dan menghubungi pengembang Dogecoin 2.0.

Upaya itu dilakukan guna melindungi komunitas Dogecoin agar tidak disesatkan dan untuk melindungi nama Dogecoin dari kemungkinan penyalahgunaan.

Apalagi, situs web Dogecoin 2.0 secara tidak langsung menyatakan, ‘Dogecoin 2.0 bertujuan untuk menawarkan pertumbuhan jangka panjang kepada investor dalam memanfaatkan struktur tokenomik yang jauh lebih berkelanjutan daripada pendahulunya’, sebagaimana dilansir dari Cointelegraph, Jumat (3/9/2021).

Yayasan juga mengungkapkan bahwa mereka menentang aktor yang mencoba mendaftarkan merek dagang untuk Dogecoin.

Penggemar Dogecoin atau biasa dikenal Shibes pun telah menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai proyek baru tersebut. Dogecoin 2.0 dituduh mengkooptasi merek dan reputasi Dogecoin untuk mencari keuntungan.

Dogecoin 2.0 Dikecam Tapi Bullish, Investor pun Bermain

Terlepas dari kecaman Dogecoin Foundation, Dogecoin 2.0 terus memperoleh daya tarik pasar dan berhasil meraih lebih dari 300 persen keuntungan dalam 24 jam terakhir.

Harga DOGE2 telah meroket karena berhasil listing di beberapa bursa kripto teratas.

Yayasan Dogecoin tentu tidak senang. Ditambah lagi tidak adanya afiliasi dengan Dogecoin.

Dengan kemiripan itu, disebutkan menciptakan banyak kebingungan di antara investor.

“Kami berharap mereka memilih nama baru untuk proyek mereka dan tidak melanggar hak dan reputasi proyek Dogecoin. Kami menantikan inovasi mereka,” tulis Yayasan, dilansir dari Cryptopotato, Jumat (3/9/2021).

Pencapaian luar biasa dari DOGE2 ditengarai karena semakin banyak investor yang ikut serta dalam proyek tersebut.

Dompleng Hype Dogecoin

Kenaikan harga kripto yang terinspirasi meme, Dogecoin, telah mendorong banyak versi lain bermunculan dan berharap mendapat efek yang sama.

Sementara sebagian besar proyek ini mengalami kegagalan karena kurangnya eksposur dan likuiditas, beberapa tampaknya hanya membuat hype untuk menarik perhatian komunitas kripto.

Sejumlah token kripto bertema anjing lainnya telah muncul untuk menguangkan hype Dogecoin baru-baru ini, termasuk DogeCash, UnderDog dan Doge Token.

Namun, yang paling sukses, Shiba Inu. Koin itu berhasil mengumpulkan kapitalisasi pasar sebesar US$3,64 milyar untuk menduduki peringkat sebagai aset kripto terbesar ke-46, Berdasarkan data dari CoinGecko.

Dogecoin sendiri telah mengalami kenaikan harga dan popularitas yang besar sejak awal tahun 2021.

Berdasarkan data dari CoinGecko, harga DOGE memuncak pada bulan Mei di level tertinggi sepanjang masa US$0,68, sebelum kehilangan lebih dari 73 persen nilainya.

DOGE saat ini dihargai sekitar US$0,30 setelah naik 50 persen pada bulan Agustus.

Otoritas Dogecoin pula akan terus memastikan bahwa merek tersebut tidak lagi direplikasi dan akan terus menjadi ‘milik’ masyarakat seutuhnya. [ba]

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }