Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Dogecoin, dari Lelucon, Bullish hingga Potensi Bubble

Dogecoin (DOGE) adalah aset kripto ter-hot dan paling unik saat ini. Nilai pasarnya sempat hampir US$50 miliar atau setara Rp726 triliun. Sekarang masih bertahan di 10 besar, simak ini cerita lengkap Dogecoin!

Dilansir dari Coinmarketcap, Doge sempat berada di peringkat ke-5. Harganya telah meningkat lebih dari 4 ribu persen selama tahun 2021 saja.

Setelah mencapai harga puncak baru sepanjang masa pada 16 April 2021 lalu, di US$0,44, kini DOGE terkapar di US$0,31. Peringkat nilai pasarnya kini turun di posisi ke-7.

Diterbitkan untuk Menyindir

Terbitnya DOGE pada 6 Desember 2013 lalu sebenarnya untuk menyindir hype yang luar biasa di dunia aset kripto.

Kala itu banyak bermunculan aset kripto, baik yang yang serius hingga yang abal-abal.

Sejumlah harga aset kripto pun meroket membonceng kenaikan harga BTC yang memuncak pada Desember 2017 silam di US$20 ribuan per BTC.

Dua Programer

Penerbitan DOGE adalah berkat jasa dua programer, yakni Billy Markus dari IBM dan Jackson Palmer dari Adobe.

Rancangan awal DOGE dibuat oleh Markus, berdasarkan source code dari Litecoin (LTC).

Setelah rancangan itu selesai, Markus malah bingung soal cara mempromosikannya. Dia merasa perlu bantuan orang lain.

Jadilah Marksus menemukan Jackson Palmer yang kala itu bekerja di bagian pemasaran Adobe.

Palmer setuju bahu-membahu bersama Markus. Palmer pun membeli domain Dogecoin.com, sebagai medium “promosi” lahirnya aset kripto untuk menyindir.

Situs itu dibuat berjudul “Dogecoin is an open source peer-to-peer digital currency, favored by Shiba Inus worldwide“.

Simbol utamanya adalah si anjing Jepang, Shiba Inu.

Sejak saat ini, di tahun 2013, candaan Markus dan Palmer ditanggapi serius oleh penghayat aset kripto di seluruh dunia. Pembelian malah tak pernah sepi.

Berkat Elon Musk

Seiring berjalannya waktu, pada Desember 2020, Bos Tesla yakni Elon Musk tiba-tiba ngoceh soal DOGE di Twitter-nya.

Tak jarang ia menyematkan sejumlah meme yang lucu dan bikin penasaran pengikutnya.

Pada 1 Januari 2021, bendera DOGE tampak mulai berkibar. DOGE merangkak dari Rp69 menjadi Rp653 pada akhir Januari 2021.

Lalu pada 9 Februari 2021 memuncak di Rp1000.

Setelah terkoreksi dan bergerak sideways, DOGE lalu melejit kencang pada 13 April 2021 dari Rp1.073 lalu naik ke Rp5.900 pada 20 April 2021 lalu.

Tanggal itu amat bersejarah, sebagai rekor tertinggi DOGE sepanjang masa.

Setelah itu DOGE terkoreksi “abis“. Ia kini kandas di kisaran Rp3.500-4.495

Laju Produksi DOGE

Algoritma konsensusnya sama seperti Litecoin, yakni Scrypt, bukan Proof-of-Work seperti pada Bitcoin.

Motif “serius” Markus saat itu membuat aset kripto yang benar-benar berbeda dari Bitcoin.

Jadilah, produksi DOGE baru per block jauh lebih banyak daripada BTC dan periode antar block juga lebih cepat.

Itu yang memungkinkan kecepatan transaksi juga jauh lebih cepat daripada Bitcoin.

Periode antar block di blockchain Dogecoin adalah rata-rata 1 menit. Produksi DOGE baru per block itu adalah 10 ribu unit DOGE.

Bandingkan dengan Bitcoin, periode antar block rata-rata adalah 10 menit dengan produksi BTC hanya 6,25 BTC saat ini dan berlaku mekanisme Halving setiap 4 tahun sekali.

Dengan kata lain, jumlah pasokan DOGE pada dasarnya sangatlah banyak di periode yang sangat cepat.

Ketika artikel ini disusun, jumlah DOGE yang beredar adalah 129.375.926.748 DOGE.

Investor Cuan Dogecoin

Nungki, salah seorang investor Dogecoin asal Indonesia mendapat berkah cuan DOGE.

Kepada Kumparan ia mengaku awalnya hanya membeli DOGE  hanya untuk iseng semata.

Dia bercerita, awalnya sempat membeli DOGE pada di Rp300, kemudian menambah koleksinya di Rp441.

Pada Jumat (16/4/2021) lalu, ketika harganya menyentuh Rp5.400, kemudian turun lagi ke posisi Rp3.900 pada Sabtu (17/4/2021.

Dirinya mengaku sudah memperoleh cuan hingga 784 persen.

“Iseng aja, karena ramai Bitcoin all time high di Rp500 juta. Ada video Youtube 7 tahun lalu yang viral karena dia beli Bitcoin di harga US$1. Jadi saya terinspirasi untuk investasi di aset kripto,” katanya.

Dogecoin menuju Rp14.000?

Sebelumnya kenaikan harga Dogecoin telah mencapai 400 persen hanya dalam sepekan.

Menurut CEO Indodax Oscar Darmawan, pergerakan harga DOGE berbeda dengan Bitcoin dan Ether (ETH).

“Secara fundamental dan secara utilitas memiliki perbedaan. Jadi, wajar saja kenaikan harganya yang berbeda,” kata Oscar, dilansir dari Kontan.

Sementara itu, pada saat yang sama harga Bitcoin dan Ethereum hanya naik single digit. Bitcoin naik 1,27 persen menjadi US$62.357 per BTC. Sedangkan harga ETH naik 2,39 persen di US$2.472,44 per ETH.

Dogecoin Sarat Spekulasi

Sebagaimana aset kripto lainnya, hukum permintaan dan penawaranlah yang berlaku. Murni seperti itu.

Apa yang terjadi pada DOGE adalah karena permintaan yang tinggi, berkat spekulasi yang amat tinggi.

Maklumlah, sejak awal Januari 2021, pasar aset kripto memang panas. Hampir semua aset kripto mengalami lonjakan tinggi.

Potensi Bubble

Potensi bubble yang siap pecah di DOGE memang ada. Ketika berada di wilayah overbougt, maka harga siap-siap menghujam bumi.

“Kebangkitan DOGE adalah contoh klasik dari teori bodoh yang sedang dimainkan,” ujar David Kimberley, seorang analis di aplikasi investasi Inggris Raya, Freetrade, kepada CNBC.

Menurutnya, orang-orang membeli aset kripto, bukanlah karena mereka pikir itu memiliki nilai, tetapi karena mereka berharap orang lain akan membeli dan kemudian harga naik dan setelahnya dapat dijual dan menghasilkan uang dengan cepat. [ba]

Protected with blockchain timestamps

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }