Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

DBS Singapura: Aset Digital Senilai Rp1,9 T Ada di Kustodian

DBS Singapura, melalui bursa aset digital institusionalnya diketahui telah melakukan transaksi sekitar US$133 juta, atau sekitar Rp1,9 triliun sejak kuartal pertama tahun ini.

DBS dan Bursa Aset DigitalĀ 

Berdasarkan laporan dari BlockWorks, Kamis (5/8/2021), dalam panggilan briefing dengan para analis, CEO DBS Piyush Gupta mengatakan bahwa dirinya cukup senang dengan kemajuan yang telah dibuat bursa aset digital mereka.

Sekadar informasi, bursa aset digital yang dimaksud adalah bursa yang tersedia untuk klien institusional yang diluncurkan pada Desember 2020.

Gupta menjelaskan bahwa tujuan bursa adalah untuk mencapai 1.000 pelanggan. Saat ini, ada sekitar 400 klien institusional yang melakukan transaksi sekitar Rp1,9 triliun selama kuartal pertama tahun ini.

Diketahui, bursa tersebut menawarkan perdagangan untuk Bitcoin, Ether, Bitcoin Cash dan XRP yang dipasangkan dengan beberapa mata uangĀ fiat, saham dan obligasi digital.

Bulan Juni lalu, DBS mengatakan akan menawarkan obligasi dalam bentuk “Penawaran Token Keamanan” (STO) tetapi masih belum jelas perkembangannya.

“Volume akan meningkat setelah bursa memperpanjang jam perdagangannya melewati hari kerja Singapura.. Sebagian besar kegiatan perdagangan terjadi di luar zona waktu Asia,” kata Gupta.

DBS diketahui telah mencatat kenaikan laba bersih kuartalan sebesar 37% menjadi US$1,26 miliar, dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu ketika ekonomi Singapura dibuka kembali dalam pandemi.

Secara keseluruhan, segmen bisnis baru bank, yang mencakup bursa digital, ekspansi ke perbankan pedesaan di Tiongkok dan India, serta platform pembiayaan utang tahap pertumbuhan EvolutionX telah menghasilkan pendapatan US$350 juta.

Gupta mengatakan inisiatif baru ini menjadi fokus penting bagi mereka untuk mencari sumber pendapatan baru di era suku bunga rendah yang berkepanjangan.

Institusi Semakin Berminat

Meskipun pasar kripto sempat mengalami kejatuhan sejak Mei lalu, minat institusi terhadap kripto justru semakin berkembang.

Tidak hanya pada Bitcoin, Ethereum juga telah memicu minat tersendiri dari para investor besar.

Hal ini ditandai dengan hadirnya produk investasi kripto dari Grayscale untuk Bitcoin dan Ether. Selain itu, Bitcoin Cash dan Ethereum Classic juga menjadi produk serupa.

Dalam jangka panjang, para investor institusi kemungkinan besar masih melihat prospek yang cerah dari kripto, sehingga minat dan adopsi mereka secara perlahan terus bertumbuh. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }