Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Charles Hoskinson: Cardano akan Utamakan Hak Asasi Manusia

Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, berkomitmen untuk mengutamakan hak asasi manusia dalam perusahaannya.

Pernyataan ini Hoskinson ungkapkan saat wawancaranya dengan Bloomberg menyoroti pekerjaan perusahaan di Ethiopia.

Cardano dan Hak Asasi Manusia 

Dalam wawancara tersebut, salah satu pendiri Ethereum ini mengatakan bahwa tidak masuk akal untuk membangun solusi identitas di negara-negara yang memiliki catatan pelanggaran institusional yang sangat signifikan.

Dia juga meyakini, solusi tersebut dapat disalahgunakan oleh negara terhadap warganya.

Namun, Hoskinson mengakui bahwa untuk menjalankan fungsi perusahaan harus pragmatis dalam pendekatannya.

“Anda harus menyeimbangkan setiap kesepakatan. Anda pertama-tama melihat tingkat negara dan kemudian Anda bekerja sesuai dengan fakta dan keadaan.. Segalanya berubah dan dalam beberapa kasus, Anda harus pergi, bahkan setelah Anda menghabiskan bertahun-tahun bekerja di suatu negara,” kata Hoskinson, dilansir dari BeinCrypto, Senin (9/8/2021).

Ia pun membagikan cerita bahwa dirinya harus menolak kesepakatan dengan sebuah negara di Amerika Tengah yang ingin sekali dibuat.

Setelah melihat supremasi hukum yang buruk, dirinya mengatakan itu tidak terus sejalan dengan nilai-nilainya.

Meski begitu, Hoskinson menekankan bahwa jenis tempat inilah yang pada akhirnya akan lebih diuntungkan dari hadirnya teknologi blockchain.

Pekerjaan di Ethiopia 

Di Ethiopia, Cardano bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk menyediakan sistem kredensial universal bagi siswa.

ID siswa akan dipasangkan dengan data dari sistem manajemen pembelajaran Kementerian.

Setelah ditautkan, ID siswa ini akan mendorong pengajaran yang dipersonalisasi. Dalam jangka panjang, kebijakan pendidikan akan tersimpan dalam database daring.

Pada musim gugur nanti, sistem untuk siswa antara TK dan kelas dua belas akan diluncurkan.

Kabarnya, saat ini sudah ada sekitar satu juta siswa dengan total ekspektasi lima juta siswa. Pada akhirnya, ambisi Hoskinson adalah bersaing untuk mendapatkan seluruh sistem identitas nasional, yang akan berjumlah 110 juta orang.

Tentu saja, ini adalah adopsi teknologi blockchain yang luar biasa. Bisa saja, ke depannya ini akan di ikuti oleh negara-negara lain untuk diadopsi.

Seruan “blockchain adalah masa depan” akan semakin dekat jika hal tersebut terjadi. Sehingga, perkembangannya wajib kita ikuti agar semakin tahu, sudah sedekat apa teknologi ini dengan kehidupan kita. [st]

 

 

 

 

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }