Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Cardano (ADA) Semakin Popular dan Bisa Bersaing dengan ETH dan Bitcoin

Amy Arnott, pakar keuangan dari perusahaan Morningstar memproyeksikan, bahwa kripto Cardano (ADA) semakin popular dan bisa bersaing dengan kripto ETH dan Bitcoin (BTC).

Pakar keuangan dari perusahaan Morningstar memproyeksikan, bahwa kripto Cardano (ADA) semakin popular dan bisa bersaing dengan kripto ETH dan Bitcoin (BTC).

Katanya kepada Insider pekan lalu, blockchain Ethereum yang berfitur smart contract, benar-benar mendukung laju pertumbuhan kripto Ether untuk aplikasi desentralistik alias DeFi. Belum lagi soal NFT, peran Ether sangat penting sebagai alat pembayaran.

“Fakta bahwa Ether digunakan sebagai utilitas seharusnya memberikan semacam harga dasar, tetapi saya tidak yakin apa yang seharusnya. Banyak orang berbicara tentang efek jaringan di mana mata uang ini menjadi lebih berharga karena lebih banyak digunakan dan ada lebih banyak ketergantungan dan koneksi,” ucapnya.

Arnott juga percaya bahwa Cardano (ADA) adalah kripto yang menjanjikan, karena saat ini sedang mengembangkan fitur smart contract yang sama seperti Ethereum.

Lagipula kecepatan blockchain Cardano jauh lebih mumpuni daripada pesaingnya itu, karena tidak mengandalkan Proof-of-Work, melainkan Proof-of-Stake.

Memang smart contract Cardano menjanjikan, bahwa setiap biaya transaksi token tidak akan bergantung pada harga ADA di pasar. Ini menjadi sinyal kuat betapa efisiennya transaksi, karena biaya transaksi jauh lebih murah, dalam transfer dan pembuatan token, termasuk penerapan di NFT.

Pihak Cardano sebelumnya memprakirakan, penerapan penuh smart contract pada Agustus 2021 ini.

Arnott juga menilai soal meningkatnya adopsi perusahaan terhadap kripto dalam 1 tahun terakhir.

Dia mengakui fakta itu mencerminkan, bahwa perusahaan benar-benar melihat kripto sebagai instrumen investasi yang ampuh.

“Kita akan melihat kripto akan semakin mainstream,” ujarnya.

Itu terkait pula dengan rencana ETF Bitcoin di Amerika Serikat yang masih terhalang restu dari Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) AS.

Sudah banyak proposal yang masuk ke komisi itu sejak tahun 2018. Tetapi SEC merasa belum perlu dengan beragam alasan. Salah satunya adalah kurangnya minat pasar dan adanya potensi manipulasi nilai.

ETF Bitcoin memungkinkan arus dana yang besar untuk masuk ke kripto, walaupun investor tidak membeli kriptonya secara langsung. Mereka cukup membelinya dalam bentuk saham, dengan harga yang ditentukan oleh si penerbit produk ETF itu di bursa efek.

Banyak pengamat yakin, pada tahun 2022 SEC akan merestui terbitnya ETF Bitcoin di AS, mengikut Kanada yang sejak Februari sudah memperdagangkan itu. [nic]

Protected with blockchain timestamps

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }