Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Cambridge: Hashrate Bitcoin Tiongkok Turun Jadi 46%

Dominasi hashrate Bitcoin di Tiongkok telah turun menurut data dari Universitas Cambridge. Apakah ini adalah dampak dari aksi keras pemerintah negara tersebut terhadap penambang Bitcoin?

Penelitan Hashrate Bitcoin Cambridge 

Data terbaru dari hasil penelitan Cambridge Bitcoin Electricity Consumption Index (CBECI) menunjukan bahwa dominasi hashrate di negeri tirai bambu tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Berdasarkan data CBECI tersebut, Tiongkok kini menyumbang 46% saja dari kekuatan yang digunakan untuk penambangan Bitcoin pada bulan April 2022, turun tajam dari 75,5% pada September 2019.

Berarti, penurunan ini telah terjadi bahkan sebelum aksi keras pemerintah Tiongkok terhadap para penambang. Ini sungguh fakta yang mengejutkan.

Menurut data tersebut, Kazakhstan telah peningkatan hampir enam kali lipat dalam pangsa penambangan Bitcoin globalnya pada periode yang sama.

Negara yang banyak menjadi destinasi baru para penambang ini naik menjadi 8,2% dari 1,4%.

Sementara itu, AS, telah naik menjadi 16,8% dari 4,1%. Negara lain yang cukup besar juga adalah Rusia (6,84%) dan Iran (4,64%).

Data ini didapat para Peneliti Universitas Cambridge dengan memanfaatkan data sampel dari fasilitas penambangan geolokasi dan beberapa pool penambangan Bitcoin.

Mitra yang membantu berkontribusi pada peta CBECI termasuk Poolin, Viabtc, Btc.com, dan Foundry.

Peta CBECI pun menyoroti “Evolusi pangsa provinsi-provinsi Tiongkok” di bagan lain yang didedikasikan untuk statistik ini.

Dominasi provinsi berasal dari daerah seperti Sichuan (16,4%), Xinjiang (54,4%), Yunnan (8,7%), Nei Mongol (3,7%), Gansu (1,3%) Zhejiang (0,2%), Beijing (4,8%) , Qinghai (2,3%), dan wilayah yang tidak diketahui (8,1%).

“Kami akan mulai menjadwalkan pembaruan setiap bulan dan tergantung pada ketersediaan data,” kata peneliti CBECI, dilansir dari News Bitcoin, Jumat (16/7/2021).

Dampak Lingkungan

Selain itu, Rauchs, yang memimpin divisi aset digital di Cambridge Center for Alternative Finance, telah membuat indeks pada tahun 2019 untuk menunjukkan berapa banyak energi yang dikonsumsi Bitcoin.

Saat ini, Rauchs sedang mengerjakan model baru yang menggambarkan dampak lingkungan dari penambangan Bitcoin.

Nantinya, ini tentu akan dapat digunakan untuk mengukur apakah kegiatan ini masih akan merusak lingkungan atau tidak.

Tentu saja, data semacam ini sangat penting untuk mengubah pandangan pasar yang pro lingkungan, sehingga akan menarik minat yang lebih besar, termasuk mengembalikan adopsi Tesla. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }