Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Bukan Facebook, Inilah 5 Perusahaan yang Telah Membangun Metaverse

Meski Facebook adalah pemicu hype pada sektor metaverse, tetapi faktanya sudah ada beberapa perusahaan lain yang lebih dulu membangun ke arah sektor tersebut.

Tentu saja, perusahaan yang lebih kecil pun bisa saja menjadi pemain dalam sektor masa depan ini karena ada banyak sekali uang investor yang siap digelontorkan untuk proyek dunia virtual.

Ini akan mengubah cara orang menjalani kehidupan dan tentu saja ada banyak pihak yang ingin terlibat untuk mendapatkan sepotong kue keuntungan.

Tetapi, jauh sebelum Facebook, sudah ada perusahaan-perusahaan yang telah mengembangkan produk yang mengarah ke metaverse. Berikut adalah perusahaan-perusahaan tersebut, dilansir dari CBSNews, Senin (22/11/2021).

Perusahaan yang Membangun Metaverse 

Google

Melirik sejarahnya, Google telah hadir dengan Google Cardboard yang mungkin merupakan proyek VR paling sukses dalam sejarah.

Pada tahun 2014, apa yang saat itu merupakan perusahaan teknologi terbesar di dunia telah meminta jutaan orang untuk mengikatkan smartphone mereka ke wajah mereka dengan selembar karton.

Ini adalah cikal bakal perusahaan raksasa tersebut dalam mengembangkan sesuatu yang futuristik, termasuk kacamata augmented reality (AR), Google Glass.

Meski belum merangkul teknologi dan resolusi tinggi, Google Glass telah mampu memperkenalkan realitas virtual ke banyak pelajar dan calon pengembang.

Microsoft 

Pada tahun 2015, Microsoft juga telah memperkenalkan kacamata mixed reality yang disebut Hololens.

Hololens dikhususkan untuk perusahaan yang bergerak di sektor peralatan industri dengan harga paket sebesar US$3.000.

Paket tersebut berisi edisi profesional dari Windows, fitur keamanan ekstra dan perangkat lunak untuk membantu pengembangan aplikasi Hololens.

Versi kedua dari Hololens hadir pada tahun 2019 dan sedikit lebih mahal, tetapi memiliki rangkaian kamera dan dudukan lensa yang lebih baik.

Berkat fitu baru tersebut, itu dapat memungkinkan pengoperasian yang lebih presisi dan menawarkan jangkauan kemampuan perangkat lunak yang lebih luas termasuk aplikasi industri.

Diketahui, pelanggan dari Hololens saat ini adalah Toyota, Suntory dan Kenworth.

Apple Inc.

Jika rumor yang beredar adalah benar adanya, maka Apple juga disebut sebagai perusahaan yang telah mengembangkan produk terkait realitas virtual, yang disebut ARKit.

ARKit adalah kerangka kerja pengembang untuk membuat aplikasi augmented reality (AR) untuk perangkat Apple, dengan iOS 11 pada tahun 2017.

Kabarnya, Apple telah mengadakan pertemuan dengan 1000 orang pada 2019 untuk membahas AR di iPhone dan dua potensi produk masa depan, kacamata pintar N421 dan headset VR N301.

Analis sekarang berspekulasi bahwa Apple bersiap untuk merilis produk AR pada tahun 2022 dan seterusnya.

Valve 

Headset Index dari Valve saat ini bisa dibilang produk realitas virtual konsumen paling tangguh di pasar.

Dengan resolusi layar yang tinggi dan halus, serta pengontrol yang tak tertandingi di dalam realitas virtual dan lingkungan game. Index ini juga terintegrasi dengan pasar video game Steam Value, yang berarti perangkat sudah disertai dengan konten yang kompatibel.

Magic Leap

Sama seperti Valve, Magic Leap juga menghadirkan produk headset AR yang awalnya dipasarkan di industri kolaboratif kreatif seperti desain dan periklanan.

Diketahui, Magic Leap telah mengirimkan perangkat AR yang disempurnakan pada tahun 2018, mengumpulkan lebih banyak uang dan berencana untuk merilis Magic Leap versi 2 pada awal 2022.

Nantinya, perusahaan menargetkan sektor pertahanan, perawatan kesehatan dan manufaktur industri untuk produk versi teranyarnya tersebut. Ini sangat menarik. [st]

 

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }