Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Bos Indodax: Bitcoin untuk Lawan Inflasi

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan Bitcoin bermanfaat untuk melawan inflasi. Imbal hasil Bitcoin memang lebih tinggi daripada investasi valas (valuta asing). Inflasi akibat menurunnya nilai mata uang fiat tidak terhindarkan.

“Bitcoin sudah terbukti sebagai alat lindung inflasi yang baik. Ini sudah ditegaskan sejak tahun 2020 lalu oleh milyarder Paul Tudor Jones. Sejak tahun lalu dia dan perusahaannya sudah membeli Bitcoin demi melindungi dari inflasi akibat menurunnya nilai dolar AS dampak kebijakan The Fed. Sejak tahun lalu jugalah harga Bitcoin terus naik hingga detik ini,” kata Oscar.

Belum lama ini, sebut Oscar, Paul Tudor Jones, menyatakan akan menambah jumlah Bitcoin yang dia miliki.

Bank sentral Amerika Serikat, The Fed, akan mengumumkan langkah-langkah soal meningkatnya laju inflasi di Amerika Serikat.

Paul Tudor Jones mengaku saat ini sudah memiliki Bitcoin dari total 1-2 asetnya. Menurut Paul Tudor Jones, dia akan menambah Bitcoin menjadi 5 dari total asetnya jika kebijakan The Fed akan mengarah kepada inflasi yang lebih lama lagi.

Harga Bitcoin kembali ke level US$40.000 atau sekitar Rp570 jutaan untuk pertama kalinya dalam satu bulan terakhir.

Salah satu penyebabnya adalah Elon Musk yang telah menyatakan Tesla akan kembali menerima pembayaran Bitcoin.

Elon Musk menyatakan hal tersebut melalui cuitan di Twitter-nya dimana Tesla akan kembali menerima pembayaran Bitcoin, setelah sempat mencabut fitur pembayaran itu.

Ini menyambut inovasi dan gagasan mengenai penambangan atau mining Bitcoin yang akan dikembangkan dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

CEO Indodax, Oscar Darmawan menanggapi, Elon Musk memang sering menimbulkan pernyataan yang memancing demand Bitcoin. Sehingga, berpengaruh terhadap harga.

Kali ini, pernyataannya adalah pernyataan positif yang mendukung dan mendorong inovasi dari Bitcoin.

“Elon Musk memberikan pernyataan positif dimana dia mendukung adanya inovasi dan gagasan ramah lingkungan dari mining Bitcoin. Pernyataannya mendongkrak harga Bitcoin. Saat ini, Bitcoin sudah menunjukkan sinyal support dan tren kenaikan harga,” kata Oscar Darmawan, Rabu (16/6/2021).

Di postingan Twitter-nya, Elon Musk menyatakan, Tesla, perusahaan otomotif miliknya, akan kembali menerima pembayaran dengan Bitcoin, bila jaringan mining Bitcoin telah menggunakan energi terbarukan di atas 50 persen.

Menurut Oscar Darmawan, hal ini sangat mungkin untuk diwujudkan karena sekarang energi pembangkit listrik mulai beralih ke teknologi terbarukan dan para miner (penambang) Bitcoin juga menyambut hal tersebut.

“Memang, mining selama ini menghabiskan banyak energi. Tetapi, selalu ada solusi atas permasalahan seperti ini. Sudah banyak ide blockchain yang muncul soal ini. Founder Twitter sendiri juga telah menyatakan siap mengembangkan mining yang ramah lingkungan. Gagasan ini terungkap pada konferensi Bitcoin di Miami, awal Juni lalu,” katanya.

Taproot Sangat Bermanfaat

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi karena adanya kesepakatan para miner di seluruh dunia soal smart contract dari Bitcoin yang disebut Taproot. Ini menjadi transformasi pertamanya setelah 4 tahun.

Oscar Darmawan menjelaskan, Taproot akan meningkatkan transaksi dan efisiensi Bitcoin. Taproot membuat smart contract lebih murah dan lebih kecil, para miner di seluruh dunia telah menyepakati proposal Taproot mengenai smart contract Bitcoin, beberapa hari yang lalu.

Taproot di Bitcoin, Buat Apa?

“Ini juga menjadi penyebab kenaikan harga Bitcoin. Taproot yang akan terjadi pada November 2021 nanti akan menjadi momen penting. Karena membuka peluang luas bagi developer yang tertarik untuk memperluas penggunaan Bitcoin,” jelasnya.

Setelah nanti berjalannya smart contract Bitcoin tersebut, tentu akan lebih banyak inovasi-inovasi yang hadir menggunakan Bitcoin di masa mendatang, sebut Oscar.

Terkait Kasus Korupsi PT Asabri

Sekadar catatan, April lalu, tim penyidik dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memastikan memeriksa Direktur PT Indodax Nasional Indonesia, Oscar Darmawan, untuk menelusuri dugaan aliran dana korupsi PT Asabri yang mengalir ke perusahaan bursa aset kripto itu.

Kejagung Periksa Direktur Indodax, Terkait Dugaan Korupsi PT Asabri

Kejagung memeriksa Oscar untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang didengar sendiri, dilihat sendiri dan didalami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }