Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Bos Google: Masa Depan Internet Bukanlah di Metaverse

Di tengah ramainya minat dan perhatian pada metaverse yang digadang akan menjadi masa depan internet, itu rupanya mendapat tanggapan yang berberada dari Bos Google, Sundar Pichai.

Memang, metaverse menjadi semakin ramai diperbincangkan setelah raksasa sosial media Facebook, mulai memutuskan untuk terjun ke dalamnya dengan berganti citra dan nama menjadi Meta.

Google dan Masa Depan Internet 

Pichai berpegang pada bagaimana Google mampu mempermudah manusia dalam mencari informasi di dunia maya. Hanya dengan menuliskan kata kunci, Google sudah dapat memberikan informasi terkait dan yang bersinggungan dengan kata kunci.

Bagi Bos Google tersebut, itulah yang akan menjadi masa depan bagi internet. Bukan dunia virtual, melainkan kemampuan yang didukung kuat oleh kecerdasan buatan (AI).

“Saya selalu bersemangat soal masa depan komputasi imersif.. Ini bukan milik perusahaan mana pun. Ini adalah evolusi internet,” kata Pichai, dilansir dari Deccan Herald, Rabu (17/11/2021).

Memang, sejak mengambil alih Google pada tahun 2015, Pichai telah mendorong perusahaan lebih dalam ke komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan, sambil menghadapi peningkatan pengawasan peraturan. Dalam wawancara, Pichai menandai bisnis pertumbuhan utama dari Google Cloud, Youtube dan Play Store.

Orlando Bravo: Metaverse Akan Jadi Raksasa

Berbeda dengan Pichai, Orlando Bravo, seorang milyarder asal Puerto Rico, justru melihat metaverse sebagai kasus investasi yang besar.

“Ini [metaverse] dapat diinvestasikan dan berkembang menjadi raksasa.. Metaverse adalah perbatasan berikutnya seperti jejaring sosial ketika kami memulai,” kata Orlando, dilansir dari CNBC, Senin (15/11/2021).

Selain berpandangan positif terhadap metaverse, Orlando juga memiliki keyakinan kuat terhadap aset kripto.

“Kripto itu sistem yang hebat. Ini tanpa gesekan. Ini terdesentralisasi, dan kaum muda menginginkan sistem keuangan mereka sendiri. Jadi di sinilah kita berada,” tambahnya.

Perusahaan besar lain pun juga melihat nilai yang besar dari sektor metaverse. Sebut saja Microsoft, Nike dan Roblox yang mulai memasuki ini agar menjadi pelaku awal di sektor yang mereka pandang sebagai masa depan.

Mungkin saja, metaverse bukan masa depan internet, tetapi bisa saja menjadi masa depan bagi cara orang-orang menjalani kehidupan dari sisi pekerjaan, sosialisasi, hiburan, olahraga dan semacamnya. Mari kita saksikan. [st]

 

 

 

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }