Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Bos Cardano: Ide Burning ADA Ibarat Merebut Istri Orang Lain

Bos Cardano, Charles Hoskinson menilai ide burning kripto ADA ibarat merebut istri orang lain. Hoskinson sangat tidak setuju pemusnahan sebagian dari pasokan kripto ADA.

Hal itu disampaikan Hoskinson di Youtube, Minggu (19/9/2021), menanggapi pertanyaan dari pemirsa.

ADA Tidak Akan Dimusnahkan

Tanpa basa-basi, Hoskinson mengatakan bahwa ide seperti itu berpangkal dari cara berpikir yang penuh keserakahan dan kebodohan.

“Saya menyebut itu keserahakan. Pasalnya, setelah ADA dimusnahkan dan harga naik, pengguna kemudian menjual ADA dan beralih ke kripto lain. Ini ibarat mencuri makanan di toko, termasuk seperti Anda merebut istri orang lain,” tegas Hoskinson.

Tampaknya Hoskinson mencoba “melawan arus” tren kripto lain yang memusnahkan sebagian unit kriptonya secara periodik agar unitnya lebih langka dan nilainya menjadi lebih tinggi.

Kripto ADA sendiri punya pasokan maksimal 45 milyar ADA. Ini diangggap jumlah yang terlalu banyak dan punya dampak inflasi yang besar. ADA yang sudah beredar hingga 20 September 2021 adalah sekitar 32 milyar.

Walaupun menolak sistem burn secara langsung berdasarkan kode program di Cardano, Hoskinson menyarankan pengguna mem-burn sendiri saldo ADA dengan mengirimkan ke address khusus pemusnahan.

Tentu saja pernyataan Hoskinson itu sebuah sindiran, menegaskan penolakannya untuk memusnahkan ADA demi kenaikan harga.

Sejumlah kripto lain punya kebijakan khusus soal burning ini. Pada bulan November 2021 misalnya, Stellar Foundation memusnahkan 55 milyar XLM, setara US$4,7 milyar kala itu.

Sedangkan bursa Binance memusnahkan token BNB secara rutin setiap triwulan, berdasarkan besaran volume perdagangannya.

Sedangkan FTX.com memusnahkan token FTT setiap 2 minggu sekali, berdasarkan raihan pendapatan bersih bursa kripto itu.

Cardano dan Pasca Smart Contract Perdana

Pasca terbitnya smart contract perdana Cardano, 12 September 2021 lalu, Hoskinson terus menerus berinteraksi dengan ekosistemnya.

Pekan lalu Hoskinson tak menampik adanya bubble di kripto, termasuk DeFi. Bahkan ia menilai itu sangatlah wajar.

Pendiri Cardano tersebut berpandangan bahwa, DeFi berada dalam siklus ekonomi di mana pasar mengalami kesulitan dalam menentukan nilainya.

Ia pun berpandangan, gelembung adalah hal yang selalu terjadi, pada awalnya. DeFi adalah gelembung terbaru, begitu pula dengan NFT. Tetapi, ini bukan berarti buruk.

Hoskinson juga membandingkan situasi ini dengan ledakan Initial Coin Offering (ICO) di tahun 2017. Kemungkinan, maksudnya adalah dalam suatu keramaian, pada akhirnya hanya yang terbaik saja yang tersisa.

“Anda memiliki proyek baru yang memiliki tim pengembangan yang sangat kecil, tidak banyak likuiditas dan mereka menghasilkan satu milyar Dolar,” ujar Hoskinson dalam menggambarkan alasan industri baru disebut dengan gelembung, dilansir dari AmbCrypto, Sabtu (18/9/2021). [nic]

Protected with blockchain timestamps

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }