Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Bos Cardano (ADA): Negara Lain Akan Ikuti El Salvador Adopsi Bitcoin (BTC)

Bos Cardano (ADA), Charles Hoskinson mengatakan, bahwa negara lain akan mengikuti jejak El Salvador mengadopsi Bitcoin dan kripto lainnya sebagai alat pembayaran yang sah. Pekan lalu Hoskinson yakin, bahwa kripto ADA bisa menyelamatkan ekonomi Afghanistan pasca Taliban berkuasa kembali.

Selasa, 7 September 2021 menjadi lembar sejarah baru yang luar biasa bagi dunia. Di tangal itu undang-undang Bitcoin sebagai alat pembayaran sah alias legal tender, berlaku efektif di El Salvador.

Itu negara pertama di dunia yang melakukannya, sehingga status Bitcoin setara dengan dolar AS yang juga berlaku sejak tahun 2001. El Salvador sendiri tidak memiliki “mata yang asli”, karena menilai dolar lebih bermanfaat bagi ekonomi negara Amerika Latin itu.

Bagi sang presiden, Nayib Bukele, adopsi kripto nomor wahid itu bisa menghemat jutaan dolar AS dalam hal remitansi warganya yang bekerja di luar negeri ke dalam negeri.

Ada jutaan jiwa warga negara itu yang bekerja di Amerika Serikat. Menggunakan Bitcoin, dalam hal ini memanfaatkan jaringan pembayaran Lightning Network di atas blockchain Bitcoin, biaya kirim menjadi jauh lebih hemat, dibandingkan menggunakan jasa perbankan.

Dengan undang-undang itu pula Bitcoin menjadi satuan hitung sistem akuntasi negara itu selain dolar AS.

Di dalam negeri pembayaran Bitcoin sebenarnya tak wajib. Menurut Bukele, pedagang yang hanya ingin menerima dolar AS, bisa mengonversi langsung Bitcoin dari para pembeli dan sebaliknya.

Dompet Bitcoin Chivo yang diterbitkan pemerintah memainkan peran penting dalam transaksi itu.

Cardano, El Salvador dan Keunggulan Demi Pertumbuhan Ekonomi

Keunggulan relatif berkat Bitcoin juga ditgaskan oleh Bos Cardano Charles Hoskinson belum lama ini di Youtube. Baginya, kripto memang terbukti memberdayakan ekonomi sebuah negara, karena teknologi blockchain yang mendasarinya memang efisien, berdaya jangkau global.

Bagi Hoskinson, akan banyak negara lain mengikuti jejak El Salvador. Sepanjang penelusuran HarianKripto, Panama baru-baru ini mulai membuat rancangan undang-undang serupa dengan El Salvador.

Pekan lalu Hoskinson juga menggemakan bahwa penerapan kripto ADA di Afghanistan bisa membantu pertumbuhan ekonomi negara itu pasca dikuasai Taliban kembali.

Walaupun masih berupa proyeksi, Taliban masih gamang soal keterbukaaan informasi, khususnya belum meratakan akses Internet di negeri itu.

Bahwa syarat baiknya ekonomi sebuah negara, harus selaras dengan sikap terbuka terhadap inovasi. El Salvador sudah membuktikan itu, tidak antipati dengan pembaruan.

Di atas itu semua, blockchain yang diawali Bitcoin, walaupun masih belia, sudah bisa masuk ke relung struktur pemerintahan sebuah negara.

Bitcoin berhasil menghardik dan mendobrak sistem yang kaku dan memang terbukti tidak memberdayakan kekuatan demokrasi.

Di sini, sistem uang fiat sebuah negara mencoba mencari titik keseimbangan kripto yang berpangkal dari semangat transparan dan arus kuat dari arah bawah.

Smart Contract Cardano

Ekosistem Cardano sendiri akan mencetak babak baru. Pada 12 September 2021, smart contract perdana mereka akan diterbitkan di blockchain Cardano.

Ini akan menambah use case bagi kripto ADA. Dengan smart contract, semua orang bisa membuat token dan aplikasi yang berjalan di sistem uang digital itu. Harga ADA sempat menyentuh 3 belum lama ini, terkoreksi ikut penurunan harga Bitcoin sejak Selasa, (7/9/2021) malam. [nn]

Protected with blockchain timestamps

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }