Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Bloomberg: Dip Bitcoin Berpotensi Menguat ke US$100 Ribu

Bloomberg, jaringan berita yang berfokus pada bisnis dan keuangan, belum lama ini telah mengeluarkan pandangannya terhadap pergerakan penurunan Bitcoin saat ini, dimana mereka menilai bahwa ada potensi penguatan dibalik harga BTC yang tengah ‘terdiskon’ ini.

Menurut laporan Bloomberg Galaxy Crypto Index edisi Juni, Bitcoin dinilai saat ini “lebih kuat, lebih hijau, dan kurang meluas” dibandingkan saat harga puncaknya di April kemarin.

Bloomberg Optimis

Berdasarkan pandangan tersebut, Bloomberg menilai, Bitcoin lebih berpeluang untuk melanjutkan kenaikan hingga 6 digit angka dibandingkan mengalami penurunan lebih dalam seperti crash tahun 2017 lalu.

Ahli strategi komoditas Bloomberg, Mike McGlone berpandangan, reli yang berlebihan, pelarangan China, dan perhatian yang berlebihan pada penggunaan energi di penambangan BTC telah menjadi dasar utama dari penurunan harga saat ini, yang menelan harga 50% lebih dari level tertinggi sepanjang masanya (ATH).

“Menjelang akhir tahun 2020, sejarah Bitcoin menunjukkan bahwa kripto akan bergerak naik tajam pada tahun 2021, dan kami melihat peningkatan dukungan untuk ini,” kata McGlone, dilansir dari Cointelegraph, Jumat (4/6/2021).

Dalam laporan tersebut dikatakan bahwa pada tahun 2020, volatilitas 260 hari turun ke level terendah yang pernah ada terhadap sebagian besar kelas aset utama, terutama S&P 500. Tambahkan pengurangan pasokan tahun lalu, migrasi ke portofolio institusional, Ethereum futures dan peluncuran ETF di Kanada dan Eropa, dan kami melihat potensi Bitcoin yang lebih besar untuk menuju US$100.000 daripada bertahan di bawah US$20.000.

Pandangan Bitcoin Analis Lain

Disisi lain, beberapa analis pun punya pandangan tersendiri terhadap pergerakan Bitcoin saat ini. Sebut saja Willy Woo, seorang analis on-chain, mengatakan bahwa bagian bawah dari harga BTC kemungkinan dibentuk karena fundamental jaringan dan tingkat adopsi yang lebih tinggi.

Juga ada Peter Brandt, seorang trader dan investor kawakan, yang mengungkapkan spekulasinya bahwa koreksi terbaru Bitcoin saat ini mungkin masih akan berlanjut, dimana ia mengatakan kalau tujuan penurunan terburuk bisa mencapai US$21.000 sebelum kembali masuk kedalam ancang-ancang untuk meroket kembali.

Hampir senada, Bob Loukas, seorang ahli teori siklus pun beranggapan kalau Bitcoin kemungkinan akan mencapai level terendah bulan lalu, dikisaran US$20.000 dalam proses tren penurunan 60 hari, sebelum mencoba masuk kembali kedalam jalur Bullish utama.

Bagaimanapun, semua analis masih melihat penurunan sebagai aksi koreksi harga saja dan bukan sebuah ‘kiamat’ mengerikan untuk harga BTC, sehingga dalam jangka panjang, potensi kenaikan (Bullish) masih dipegang erat oleh kripto utama, yang kemungkinan akan mencetak level tertinggi sepanjang masa baru di penghujung tahun ini. Kita doakan saja ya! [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }