Argo Blockchain Mengatakan Tidak Ada Jaminan Tidak Akan Menyatakan Kebangkrutan

- Rabu, 14 Desember 2022 | 14:58 WIB
Argo Blockchain dalam kesulitan dan ada kemungkinan harus menyatakan kepailitan. Akan tetapi mereka terus berusaha menggalang dana. (Freepik)
Argo Blockchain dalam kesulitan dan ada kemungkinan harus menyatakan kepailitan. Akan tetapi mereka terus berusaha menggalang dana. (Freepik)

HarianKripto.id - Sebagai cara untuk menghindari kebangkrutan, perusahaan penambangan kripto Argo Blockchain mengatakan telah bernegosiasi untuk menjual asetnya dan kini berusaha untuk mendapatkan pembiayaan kembali dari peralatan mining mereka.

Argo Blockchain mengumumkan pada 12 Desember bahwa mereka mungkin tidak memiliki cukup dana untuk terus beroperasi dalam waktu satu bulan. Perusahaan saat ini sedang menegosiasikan penjualan aset tertentu dan dapat mengajukan kebangkrutan jika diperlukan. Data finansial mereka yang diterbitkan secara keliru menyebabkan penangguhan perdagangan saham pada tanggal 9 Desember di London Stock Exchange dan Nasdaq.

Argo melanjutkan perdagangan pada 12 Desember di London Stock Exchange, namun tidak ada data yang tercatat pada saat publikasi kembali. Pada penutupan 8 Desember, saham Argo diperdagangkan pada $0,69 di NASDAQ dan 6,70 pound di London Stock Exchange.

Baca Juga: Mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried Resmi Ditangkap 

Argo Menghindari Penyataan kepailitan

“Perusahaan berharap dapat menyelesaikan situasi keuangan mereka di luar pengajuan untuk kepailitan di Amerika Serikat, meskipun tidak ada jaminan bahwa perusahaan dapat menghindari pengajuan tersebut,” kata Argo. “Perusahaan telah meminta Otoritas Perilaku Keuangan Inggris untuk memulihkan pencatatan saham mereka dan diharapkan terjadi secepat mungkin.”

Pada bulan Oktober, perusahaan pertambangan mengatakan kepada investor bahwa arus kasnya akan menjadi negatif "dalam waktu dekat, bahkan bisa saat ini sekalipun," dan mereka mengatakan bergantung pada penggalangan dana untuk tetap menjaga jalannya operasional perusahaan. Namun, di tengah penurunan pasar, Argo melaporkan menjual beberapa kepemilikan Bitcoin yang ditambangnya untuk membayar pinjaman dari Galaxy Digital; dimana entitas ini telah menyetujui perjanjian pinjaman yang didukung oleh agunan crypto pada tahun 2021.

Per 30 November, Argo dilaporkan memegang 126 BTC dan token sejenisnya. Harga pada saat itu adalah $17.033.

Baca Juga: CEO Terraform Do Kwon Dilaporkan Sedang Bersembunyi di Serbia

Regulator Mengkritisi Serangkaian Kegagalan kripto

Penutupan Argo akan menjadi yang kegagalan terbaru dari serangkaian perusahaan kripto yang melaporkan kesulitan keuangan di tengah bear market. Banyak regulator dan pembuat regulator global menunjuk ke runtuhnya Terraform Labs, Celsius Network, Voyager Digital, BlockFi, dan yang terbaru FTX sebagai bahan untuk mengkritik seluruh pasar kripto.

Editor: Tirta Ian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tren Berfokus Pada AI di Tahun 2023

Senin, 30 Januari 2023 | 22:24 WIB

Dampak Blockchain ke Pasar Forex

Rabu, 14 Desember 2022 | 17:35 WIB
X