Google Menginvestasikan $1,506 Miliar di Perusahaan Blockchain, Perusahaan Apakah Itu?

- Sabtu, 26 November 2022 | 21:35 WIB

HarianKripto.id - Google memiliki love-hate relationship dengan blockchain dan cryptocurrency sejak awal. Namun, semua kebencian tersebut tampaknya telah memudar.

Google Tertarik Dengan Dunia Blockchain

Perusahaan raksasa internet ini sebelumnya memiliki pandangan yang pesimis tentang pasar mata uang kripto karena menolak untuk mengizinkan pemasaran mata uang kripto di situs webnya. Google, di sisi lain, mengungkapkan bahwa mereka sedang mengevaluasi kembali kebijakan tersebut pada bulan Juni tahun lalu. Divisi bisnis Google Cloud juga mengumumkan pada awal tahun bahwa mereka sedang menyusun tim untuk membantu kliennya dengan persyaratan cryptocurrency mereka. Bisnis mengungkapkan bahwa mereka sedang menyelidiki kemungkinan menerima pembayaran cryptocurrency dari pelanggan. Bahkan pada awal tahun ini, tim Google mengumumkan bahwa mereka membentuk tim untuk memberikan layanan kepada pengembang blockchain.

Hubungan Google Dengan Perusahaan Blockchain Terkait Investasi

Perusahaan induk Google, Alphabet, telah menginvestasikan lebih dari US $1,506 miliar atau setara dengan Rp 23 triliun di ruang blockchain dari bulan September 2021 hingga Juni 2022. Data tersebut sesuai dengan analisis dan laporan oleh Blockdata. Sesuai dengan informasi, Google memiliki investasi di Fireblocks, Dapper Labs, Voltage, dan Digital Currency Group. Namun, juga tidak jelas apakah perusahaan telah menginvestasikan lebih banyak dana di perusahaan lain sejak Juni. Google baru-baru ini mengumumkan "Mesin Node Blockchain Cloud" di salah satu blog resminya. Perusahaan telah mendukung teknologi blockchain, mengklaim bahwa itu mengubah cara dunia bergerak dan menyimpan data. Google merilis mesin baru sebagai alat pendukung untuk pengembang Web3. Hal ini tetntunya juga akan membantu mereka dalam mengembangkan dan meluncurkan produk pada platform berbasis blockchain. Dilaporkan juga bahwa perusahaan tersebut bekerja dengan Etherscan untuk menampilkan saldo dompet Ethereum saat mencari alamat dompet. Pengguna Google sekarang bisa langsung memberikan data tentang alamat Ethereum mereka untuk mengetahui saldo di dalamnya. Google menjalin kemitraan strategis dengan Solana. Kerja sama ini akan membuat layanan Google Cloud menjalankan validator di jaringan blockchain Solana, dan akan segera menambahkan fitur yang ditujukan untuk menyambut pengembang Solana.

 

Editor: Deo Siagian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dampak Blockchain ke Pasar Forex

Rabu, 14 Desember 2022 | 17:35 WIB

“White Paper” Rupiah Digital Akan Diterbitkan

Rabu, 7 Desember 2022 | 23:48 WIB
X