Andiami, Pemain Baru di Blockchain yang Menggunakan Semacam Game Konsol

- Kamis, 10 November 2022 | 22:46 WIB
Proyek blockchain baru bernama Andiami, ciptaan co-founder Ethereum, Anthony Di Iorio siap menjawab tantangan menjadi terdesentralisasi. (Freepik)
Proyek blockchain baru bernama Andiami, ciptaan co-founder Ethereum, Anthony Di Iorio siap menjawab tantangan menjadi terdesentralisasi. (Freepik)

HarianKripto.id - Proyek desentralisasi baru, Andiami, besutan Anthony Di Iorio membuka kemungkinan dan perspektif baru. Berasal dari Toronto dan salah seorang pendiri Ethereum, yang pertama kali terpapar dan terjun ke dunia kripto melalui usahanya di Ethereum. Melalui ini, dia telah mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar dan berusaha untuk menjawab tantangan Web3 dengan visi blockchain-nya tersendiri.

Ketika Anthony Di Iorio naik ke panggung di KTT W3B di Toronto, dia untuk pertama kalinya secara terbuka mengungkap gagasannya yang disebut Andiami. Andiami sendiri berasal dari bahasa Italia yang jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris berarti "Lets Go Together".

Di antara konten pengumuman tersebut, Anthony menyebut Andiami adalah proyek blockchain jangka panjang yang terdiri dari berbagai fase. Salah satu fase tersebut akan melibatkan pemilihan pendukung awal untuk menerima beberapa Kubus yang totalnya berjumlah 3000 buah. Kubus ini akan memainkan peranan penting dalam visinya untuk proyek blockchain ini.

Baca Juga: Otoritas Moneter Singapura (MAS) Membimbing Singapura Jadi Pusat Blockchain di Bidang Keuangan


Andiami dan Kubus menatap desentralisasi dengan kacamata baru

Dengan ide Kubus ini, Di Iorio sedang mencoba untuk memecahkan apa yang dia yakini sebagai dua masalah terbesar yang saat ini menahan adopsi Web3, paradoks desentralisasi yang terpusat dan model bisnis Web2 yang masih berakar kuat.

Ethereum, yang seharusnya bebas dari kekuatan atau otoritas terpusat, semakin jauh dari terdesentralisasi. Alchemly dan Infura adalah dua perusahaan besar yang menyediakan banyak infrastruktur yang dibutuhkan orang untuk berinteraksi dengan blockchain ini. Coinbase dan Lido sendiri bertanggung jawab untuk memvalidasi transaksi pada sistem PoS Ethereum yang baru. Di saat yang sama, para pemain besar ini mengandalkan server terpusat dari raksasa Web2 seperti Amazon dan Google untuk operasi mereka.

Di Iorio percaya solusi memecahkan masalah ini dan agar dapat memberdayakan individu adalah dengan memperkenalkan sebuah perangkat keras yang bernama Cubes atau dalam bahasa Indonesia bernama Kubus. Cubes dirancang untuk menyimpan 12 terabyte data, berinteraksi dengan blockchain-blockchain utama dan memverifikasi transaksi.

Baca Juga: DMCC dan Korea Selatan Memperkuat Hubungan di Bidang Blockchain dan Web 3.0

Agar tercipta sebuah ekosistem yang terdiri dari node-node independen dan sebuah konsensus yang independen pula diperlukan suatu pemberdayaan pada tingkatan individu. Sulit tercipta Web3.0 yang dikendalikan pengguna apabila pengguna tidak memiliki dan menjalankan server mereka sendiri

Untuk lebih mempromosikan desentralisasi, Andiami hanya akan meminta anda memberikan nama depan agar dapat menerima Cubes. Dia mengatakan bahwa dia kemudian akan menghancurkan informasi tersebut untuk menjaga anonimitas anda.

Di Iorio telah membuat paket-paket Cubes dengan rentang harga mulai dari $300 hingga $5.000. Paket yang lebih murah ini ditujukan untuk pendukung awal yang berpenghasilan rendah. Tujuan dari usaha ini adalah untuk memotong pemodal ventura tradisional di ruang ini, yang telah menjadi kontributor besar untuk sistem tersentralisasi.

Baca Juga: Indonesia Mempertimbangkan Blockchain untuk Memperkuat Skema Perdagangan Karbon


Gaming adalah salah satu aspek kunci Andiami

Andiami juga memasukkan elemen game ke dalam produk, yang tidak mengherankan karena Di Iorio sendiri adalah seorang gamer. Mereka yang mendaftar untuk Cubes terlebih dahulu akan mendapatkan paket "Quest for Liberty" yang mengharuskan siapapun untuk memecahkan serangkaian teka-teki fisik dan digital untuk menerima "Token Kehidupan Digital."

Token Andiami akan digunakan dalam ekosistem sistem ekonomi yang berdasar atas protokol saling berbagi node ketika blockchain-nya sudah berjalan. Mereka yang akan terhubung satu sama lain melalui proses ini akan menerima hadiah sebagai kompensasi untuk hosting dan berbagi data.

Startup ini mengumumkan bahwa mereka penawaran awal token merek akan berdasarkan pada protokol Layer 2 yang dibangun di atas Ethereum.

Chip otentikasi fisik Andiami disebut "NFP", yang merupakan singkatan dari "Non-Fungible Phygitals." Pemilik Cubes juga akan menerima chip fisik ini yang akan membantu mengotentikasi kepemilikan dan identitas atas nama anda.

Ini adalah proyek besar yang membutuhkan waktu dan pengembangan berkelanjutan. Untuk alasan ini, Di Iorio telah memberi dirinya waktu yang lama, dengan token dijadwalkan untuk didistribusikan pada tahun 2023 dan Cubes tidak akan tiba sampai tahun 2024.

Editor: Tirta Ian

Tags

Terkini

Dampak Blockchain ke Pasar Forex

Rabu, 14 Desember 2022 | 17:35 WIB

“White Paper” Rupiah Digital Akan Diterbitkan

Rabu, 7 Desember 2022 | 23:48 WIB
X