Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Bitcoin Sebagai Mata Uang Resmi, Dolar Terancam?

Sejarah besar revolusi alat tukar tercipta minggu ini. Untuk pertama kalinya sebuah negara menetapkan Bitcoin sebagai alat tukar resmi negaranya. Tidak tanggung-tanggung, alas hukumnya setingkat undang Undang. Negara berani itu adalah El Salvador, negara berkembang di benua Amerika.

Presiden muda Salvador, Nayib Bukele, 39 Tahun, mengumumkan berlakunya undang undang tentang penggunaan Bitcoin sebagai alat tukar tanggal 8 Juni 2021, setelah sebelumnya mendapatkan persetujuan dari kongres. Artinya, secara resmi Bitcoin berlaku sebagai alat transaksi untuk seluruh perdagangan barang, jasa, termasuk pajak di negara itu.

Ekonomi Politik Amerika–Salvador

Setting panas dingin ekonomi politik dibalik penggunaan mata uang lain selain dollar di negeri Guanacos itu sudah berlangsung lama. Sejak lama El Salvador tergantung pada AS termasuk pada peredaran dan penggunaan mata uang dolar di negara itu.

Hubungan dua negara itu semakin memanas ketika AS melancarkan tuduhan tingginya tingkat korupsi di negara itu, serta pengumuman nama nama yang tersangkut korupsi. Secara blak-blakan, AS mengumumkan 5 politisi, orang dekat presiden Bukele terlibat korupsi awal Juni ini.

Bitcoin Kini Sah Sebagai Alat Pembayaran di El Salvador

Implikasinya AS, melalui USAID, mengembargo bantuan ke lembaga lembaga resmi pemerintah Salvador. Bersamaan, AS mengumumkan bantuannya kepada lembaga lembaga swadaya masyarakat setempat.

Presiden Salvador menanggapinya santai. “Ini urusan geopolitik, bukan urusan transparansi,” ungkapnya seperti kutipan media Reuters.

Jauh sebelum keputusan AS ini, Salvador sudah melakukan mitigasi politik dengan menggandeng Tiongkok.

Pada tahun 2019, Tiongkok mengumumkan dukungannya sebesar US$500 juta untuk kerjasama pembangunan El Salvador.

Pada Juni 2021, Kongres El Salvador meratifikasi dukungan Tiongkok ke negara itu sebesar 400 juta tuan atau setara US$61 juta.

Tidak hanya bantuan ekonomi, Tiongkok juga telah membantu negara itu keluar dari pandemi COVID-19 dengan memberikan secara gratis vaksin Sinovac.

El Presidente Salvador layaknya faham betul, bahwa sejarah uang adalah sejarah perjuangan suatu bangsa.

Perlawanan terhadap dolar dan Amerika sekaligus adalah urusan kemandirian dan harga diri bangsanya.

Keputusan penggunaan Bitcoin menjadi pilihan keluar dari belenggu dolar AS, plus aliansi baru dengan Tiongkok yang tidak banyak mencampuri urusan dalam negeri.

Masa Depan Dollar vs Bitcoin

Akankah negara-negara lain akan mengikuti langkah Salvador dan meninggalkan dolar? Kenyataannya lembaga lembaga resmi dunia masih memakai dolar sebagai alat tukar resmi sehari hari antar negara, termasuk El-Salvador sendiri.

Itu sebabnya pula nilai akhir Bitcoin juga dalam bentuk dolar AS.

Namun, sebuah negara unjuk nyali dan memproklamasikan penggunaan Bitcoin. Bagi Bitcoin, jalan masih panjang, banyak tikungan tajam jurang, dan batu di depan sana.

Bagaimanapun, terlalu mahal harganya kalau tidak mempelajari dan memahami masa depan alat tukar ini.

Nasib Bitcoin masih akan tergantung pada seperti apa tiga kekuatan berikut ini mengambil posisinya.

Pertama, Dunia siang. Para pengambil keputusan ekonomi dan politik di lembaga lembaga keuangan internasional dan lembaga lembaga negara.

Kedua, Dunia malam. Para mafia, jaringan obat terlarang, maling, koruptor, teroris dan pelaku perang.

Jangan tertipu, terkadang pelaku dua dunia ini adalah aktor yang sama yang berganti topeng setiap waktu.

Ketiga, Para koboi. Katakanlah mereka ini sebagai penggagas, para nabi dan pengguna awal Bitcoin.

Selamat datang di era ‘homocryptonicus’. Ibarat rombongan koboi bersama kuda tunggangannya sedang datang membawa obor, lewat ke tengah kota gelap yang sedang rusak parah, dan menyapa, “Hello”.

Jika saat ini pembeda Homo sapiens dengan hewan lain adalah uang, barangkali kelak, Bitcoin-lah yang membedakan manusia dengan binatang. [ps]

Protected with blockchain timestamps

Panda Siagianhttps://www.hariankripto.id/
Menekuni dunia blockchain dan kripto sejak 2017. Tertarik mendorong penggunaan bockchain untuk demokrasi, kemanusiaan dan lingkungan hidup. Bisa dihubungi melalui email: harian.kripto.id@gmail.com

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }