Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Bitcoin Sebagai Alat Melawan Penindasan

Disahkannya Bitcoin sebagai alat pembayaran di El Salvador telah menjadi buah bibir d iberbagai media terkait industri kripto, di mana ini adalah sebuah gebrakan bersejarah nan fenomenal yang sepertinya tidak akan mudah dilupakan orang-orang, bahkan dalam beberapa puluh tahun mendatang.

Bagaimana tidak, Bitcoin (BTC), yang dulunya hanya dianggap sebagai aset digital, bahkan alat untuk melakukan tindak kriminal, telah mengalami kenaikan pangkat dengan menjadi salah satu mata uang utama di sebuah negara berkembang.

Sorotan dari berbagai media, serta pandangan pro kontra yang terjadi, telah menghantam El Salvador yang tetap tegak berdiri mempertahankan undang-undang legal tender BTC yang belum lama ini disahkan.

Salah satu dukungan awal untuk negara ini hadir dari perusahaan Strike, yang didukung oleh Lightning Network Bitcoin, di mana perusahaan ini meluncurkan aplikasi pembayaran di El Salvador, yang mampu mengubah gaji para pekerja di negara ini menjadi Bitcoin.

Tentu saja, hadirnya aplikasi ini akan mempermudah tercapainya tujuan pemerintah untuk penggunaan luas Bitcoin sebagai mata uang.

Bitcoin Melawan Penindasan

Seperti yang sudah banyak orang ketahui, IMF saat ini adalah lembaga nomor satu yang menjadi “penolong” negara negara berkembang, dengan meminjamkan dana dalam jumlah besar kepada mereka.

Tetapi, saat pinjaman ini dicairkan, IMF pun turun menerapkan beberapa kebijakan, yang menurut pandangan David Z. Morris di Coindesk, menjadi alat pemaksaan untuk memajukan kepentingan dunia pertama sebagai bagian dari strategi neoliberal yang oleh Naomi Klein disebut dengan Doktrin Kejutan“.

IMF secara konsisten mengaitkan pinjaman daruratnya dengan “reformasi” ekonomi drastis yang biasanya berupa penghematan brutal bagi pekerja dan kebebasan bagi perusahaan internasional.

Salah satu contoh nyata yang belum lama terjadi adalah pada Ekuador di tahun 2019, yang mengalami perlambatan ekonomi yang parah, di mana IMF turun tangan untuk meminjamkannya US$4,2 miliar.

Sebagai imbalan atas pinjaman yang “bermurah hati” tersebut, IMF menuntut kebijakan “modernisasi” yang mencakup privatisasi aset publik, melucuti perlindungan pekerja dan memotong pengeluaran publik sebesar 6 persen selama tiga tahun.

IMF tahu dan mengakui pemotongan pengeluaran ini akan mengirim Ekuador ke dalam resesi, yang meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Dan mengerikannya, hal ini terjadi sebelum adanya dampak dari pandemi COVID-19, yang tentu akan semakin mempersulit negara ini.

Selain itu juga, kebijakan serakah yang sama telah diterapkan, biasanya dengan cara yang sangat sederhana dengan sedikit fleksibilitas berdasarkan kondisi lokal, di lusinan negara berkembang.

Di bawah ketentuan yang paling menjijikkan ini, IMF bahkan melarang beberapa negara memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak atas nama disiplin fiskal.

Dan banyak sekali pengamat dan analis mengatakan, Bitcoin adalah jalan bagi negara negara berkembang yang “tertindas” ini untuk melawan, di mana mata uang digital ini mampu melewati kontrol dari sistem perbankan global.

DeFi adalah Solusi

Menurut pandangan David dari Coindesk, baiknya negara negara berkembang ini lebih melirik keuangan desentralisasi (DeFi) saat mereka membutuhkan pinjaman.

Bisakah kita membayangkan dimasa mendatang, IMF tidak lagi menjadi pilihan utama para peminjam saat terjadi krisis?

Dengan DeFi, mereka dapat meminjam langsung dari kita semua, tanpa tunduk pada “reformasi” yang destruktif dan anti-manusia. Terlebih lagi, saat ini modal yang ada pada sistem DeFi sudah berada angka US$59,4 miliar dan tentunya akan terus bertambah.

Pada akhirnya, seberapa besar dukungan komunitas dan investor terhadap Bitcoin dan industri kripto secara keseluruhan, termasuk DeFi, akan menentukan mampu tidaknya aset ini berdiri untuk menjadi penyelamat para negara yang tertindas di masa mendatang.

Saat ini, tekanan dari para pembenci kripto, terutama Bitcoin, mulai semakin santer terdengar, terutama dari IMF sebagai sikap mereka terhadap legalnya BTC sebagai mata uang di El Salvador.

Semoga ini akan berakhir dengan baik. Kita tunggu saja. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }