Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Bitcoin Habis Tertambang, Begini Nasib Miner

Jika Bitcoin habis tertambang, pekerjaan mining masih akan tetap menjanjikan. Berikut alasannya.

Bitcoin adalah mata uang digital terenskripsi berbentuk rumus matematika yang beroperasi dalam jaringan komputer bernama blockchain Bitcoin.

Blockchain sendiri adalah sebuah teknologi pembukuan terdistribusi dalam jaringan komputer pemakainya sehingga memiliki tingkat transparansi maksimal. Jaringan pembukuan terdistribusi ini memiliki tingkat keamanan terbaik karena untuk mengaksesnya, seseorang harus memiliki private keys yang hanya ada satu untuk setiap bitcoin atau turunannya.

Pengertian Bitcoin

Secara global, pengertian umum Bitcoin adalah mata uang kripto atau cryptocurrency orang per orang. The mother of Crypto ini memiliki sifat dan ciri ciri uang seperti fiat, yakni bernilai, tahan lama, ringkas, bisa sebagai alat tukar, langka, dan bisa terbagi. Perbedaannya, jumlah produksi mata uang fiat tanpa batas  oleh otoritas resmi badan keuangan, dan sirkulasinya melibatkan pihak ketiga seperti Bank. Sementara Bitcoin tercipta secara terbatas dan mekanis oleh sistem komputer akibat dari penambangan dan transaksi peer to peer, tanpa melibatkan pihak ketiga.

Namun di Indonesia, pemerintah  menetapkan Bitcoin sebagai aset digital atau aset Kripto. Pasal 1 ayat 7 Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bapeti) Nomor 5 Tahun 2019, menyebutkan Aset Kripto adalah komoditi tidak berwujud yang berbentuk digital aset. Aset ini menggunakan kriptografi, jaringan peer-to-peer, dan buku besar yang terdistribusi. Juga, untuk mengatur penciptaan unit baru, memverifikasi transaksi, dan mengamankan transaksi tanpa campur tangan pihak lain.

Secara teknologis oleh penciptanya Satoshi Nakamoto, Bitcoin hanya terbatas 21 juta Unit, dan saat ini sudah tertambang sebanyak 18,5 juta koin.

Nasib Miner

Operasi pembukuan bitcoin tetap menggunakan ‘pihak ketiga’ secara terbatas, yakni Miner, atau penambang bitcoin. Tugas utama penambang bitcoin adalah melakukan validasi atas setiap blok buku yang tercipta. Penambang bekerja secara voluntary – atau inisiatif sendiri. Motivasinya mendapatkan dua hal yakni koin baru yang tercipta jika blok pembukuan baru terbentuk, dan mendapatkan fee dari biaya transaksi. Jika satu blok tercipta, maka miner mendapatkan bitcoin sebanyak 6,25 BTC pada saat ini. Secara mekanis hadiah ini akan terus berkurang setengah pada saat halving berikutnya. Artinya, semakin lama, hadiah BTC akan semakin berkurang kepada miner. Lantas apakah pekerjaan Miner masih menarik?

Pertama, meskipun jumlah koin berkurang, tetapi nilainya akan semakin tinggi. Sejarah BTC membuktikannya sejak satu dekade yang lalu hingga saat ini. Misalnya jika imbalannya 1 koin, maka pada tahun 2025 nilainya setara dengan 1 juta Dollar. Bandingkan dengan ketika penambang mendapatkan 50 koin pada saat penambangan pertama tahun 2009. Nilainya setara dengan 50 Dollar saja saat itu.

Kedua, jika reward koin sama sekali tidak ada, maka miner tetap mendapatkan fee dari transaksi pada jaringan. Biaya transaksi di jaringan blockchain BTC bervariasi tergantung tinggi rendahnya transaksi yang sedang terjadi. Dalam kondisi normal, biaya transaksi sekitar 24 hingga 31 Dollar. Dalam kondisi transaksi tinggi di jaringan, biaya transaksi bisa meningkat hingga dua kali lipat.

Dengan demikian miner tetap merupakan pekerjaan menjanjikan karena keuntungan yang masih menggiurkan dan selama penduduk dunia masih memakai jaringan BTC. [ps]

Protected with blockchain timestamps

Panda Siagianhttps://www.hariankripto.id/
Menekuni dunia blockchain dan kripto sejak 2017. Tertarik mendorong penggunaan bockchain untuk demokrasi, kemanusiaan dan lingkungan hidup. Bisa dihubungi melalui email: harian.kripto.id@gmail.com

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }