Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Bisnis Tambang Kripto, Kazakhstan Sasar Duit US$1,5 Milyar

Bisnis tambang kripto yang berpindah dari Tiongkok ke Kazakhstan telah membawa dampak positif bagi negara tersebut.

Hanya dengan melihat dari sisi pembayaran pajak saja, negara yang dijuluki virgin lands tersebut telah memiliki proyeksi pendapatan yang luar biasa besar.

Kazakhstan Bakal Cuan Banyak dari Bisnis Tambang Kripto

Banyaknya penambang kripto di Kazakhstan terlihat berpotensi memberikan pemasukkan yang terus meningkat setiap tahunnya.

Asosiasi Nasional Blockchain dan Industri Pusat Data memproyeksikan akan ada sekitar US$300 juta per tahun yang masuk hanya dari pendapatan pajak saja dalam lima tahun ke depan.

Itu artinya, pada akhir waktu tersebut, Kazakhstan akan memperoleh uang pajak sebesar US$1,5 milyar, setara Rp21,34 triliun.

Tentu saja, angka pada proyeksi tersebut dapat meningkat saat sudah adanya beberapa bursa kripto yang di buka di negara tersebut. Industri akan berjalan dengan baik, sehat dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Terlepas dari proyeksi tersebut, fakta dilapangan pun terlihat tak jauh berbeda.

Menurut Presiden Asosiasi, Alan Dordzhiev, saat ini para penambang legal telah memberikan Kazakhstan pendapatan sekitar US$230 juta per tahun.

“Angka pendapatan itu hanya efek ekonomi dari perusahaan yang resmi (legal) bergerak di bidang pertambangan. Jika kita memperhitungkan penambang “abu-abu”, maka angka ini dapat dengan mudah berlipat ganda,” kata Dordzhiev, dilansir dari News Bitcoin, Jumat (29/10/2021).

Banyak Pemasukkan

Tidak berhenti sampai di situ saja, negara ini juga memiliki banyak pemasukkan lain seperti biaya listrik dengan harga yang lebih tinggi dari apa yang dibayar penduduk biasa.

Diketahui, para penambang telah membayar sekitar US$30 juta kepada penyedia listrik negara, KEGOC, untuk distribusi listrik dan layanan yang disediakan oleh Pusat Penyelesaian Keuangan Energi Terbarukan.

Presiden Asosiasi tersebut juga mengatakan bahwa ada sekitar 500 megawatt (MW) listrik yang dikonsumsi oleh bisnis tambang ilegal.

Saat ini, sudah semakin banyak penambang yang tertarik untuk menjalankan bisnisnya di Kazakhstan, sehingga pendapatan pun masih berpotensi meningkat.

Tampaknya, tindak keras Tiongkok terhadap bisnis tambang kripto ini telah memberi “berkah” ke negara-negara lain. Tidak hanya Kazakhstan, Rusia dan AS pun kemungkinan besar akan memanen pendapatan besar juga dari bisnis ini. Apakah Tiongkok akan menyesal melepas sumber pundi-pundi sebesar ini? [st]

 

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }