Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

BIS: Bitcoin di El Salvador Eksperimen yang Menarik

Benoit Coeure, mantan Anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB) dan Kepala Pusat Inovasi di Bank for International Settlements (BIS), telah memberikan pandangannya terhadap aksi bersejarah yang telah dilakukan oleh El Salvador.

El Salvador Eksperimen yang Menarik

Menanggapi disahkannya Bitcoin sebagai mata uang di negara tersebut, mantan pengajar ekonomi di institusi École Polytechnique ini melihatnya sebagai sebuah eksperimen yang menarik.

“El Salvador, itu memang eksperimen yang menarik. Kami telah menjelaskan dengan jelas di BIS bahwa kami tidak melihat Bitcoin telah lulus ujian sebagai alat pembayaran. Bitcoin adalah aset spekulatif dan harus diatur seperti itu,” kata Benoit, dilansir dari Reuters, Jumat (11/6/2021).

Sekadar informasi, El Salvador telah menjadi negara pertama di dunia yang mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dan mengamanatkan agar semua bisnis di negara itu menerimanya sebagai alat pembayaran.

Pernyataan dari eksekutif BIS ini telah menggemakan pernyataan dari IMF, yang belum lama ini mengatakan bahwa pihaknya memiliki kekhawatiran ekonomi dan hukum mengenai langkah El Salvador, terkait Bitcoin.

“Rencana El Salvador untuk mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah menimbulkan masalah makroekonomi, keuangan dan hukum,” kata juru bicara IMF, Gerry Rice, dilansir dari Coindesk, Jumat (11/6/2021).

Upaya BIS dan CBDC

Meski begitu, kemajuan pesat dalam pembayaran elektronik sektor swasta dan pengurangan penggunaan uang tunai, yang dipercepat oleh pandemi, telah memaksa bank sentral untuk mempertimbangkan pengembangkan versi digital dari alat pembayaran resmi mereka sendiri yang dikenal sebagai mata uang digital bank sentral (CBDC).

Menyikapi hal tersebut, Benoit pun berpendapat bahwa mereka harus berada dipemotongan teknologi, serta menggandeng sektor swasta.

Diketahui, BIS sedang menyiapkan jaringan pusat inovasi di seluruh dunia untuk memungkinkan bank sentral berbagi informasi tentang teknologi pembayaran baru dan mengikuti inisiatif sektor swasta, seperti stablecoin yang dikembangkan oleh Facebook, Diem (sebelumnya disebut dengan Libra).

Gubernur bank sentral Inggris, Bank of England (BoE), Andrew Bailey mengatakan bahwa regulator bekerja sama erat atas potensi dampak stablecoin pada stabilitas keuangan, dan juga pada pengembangan CBDC mereka.

“Jika ini terjadi, itu akan menjadi salah satu inovasi paling mendasar dalam sejarah bank sentral. Ini akan membawa kita ke era baru,” kata Bailey, dilansir dari Reuters, Jumat (11/6/2021).

Di masa depan, saya meyakini nantinya kripto dan CBDC akan hidup berdampingan, di mana mereka akan memiliki fungsi dan tempat masing-masing di dalam roda keuangan digital. Kita lihat saja nanti. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }