Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Biaya Transfer BTC US$2 Milyar Hanya Rp11 Ribu, Tanpa Biaya Admin

Sebuah dompet digital tak dikenal diketahui melakukan transfer Bitcoin (BTC) senilai US$2 milyar dengan biaya transaksi hanya sebesar US$0,78 atau setara Rp11 ribu saja.

Beda dengan transaksi tradisional, semisal Anda melakukan transfer, pastinya dikenakan biaya admin. Hal ini tidak terjadi pada teknologi blockchain.

Manfaat Teknologi Blockchain

Alur transaksi tak dikenal itu tentunya sangat beruntung mendapatkan manfaat dari teknologi blockchain berbiaya rendah.

Berdasarkan riwayat transaksi atau data blok dari Blockchain.com jelas memperlihatkan bahwa transaksi Bitcoin senilai US$2 milyar itu terjadi dan diproses pada Senin, 13 September malam, waktu setempat.

Lajur Transaksi BTC
Sumber: blockchain.com

Terlepas dari nilai finansial yang sangat besar, pemilik tanpa nama itu hanya membayar biaya 0,00001713 BTC yang setara dengan US$0,78, dilansir, Rabu (15/9/2021) dari Cointelegraph.

Meski tak diketahui tujuan transfer, juga individu atau pun entitas mana yang melakukannya, apa yang sudah ditunjukkan adalah keunggulan positif dari transaksi keuangan yang memanfaatkan teknologi kripto dan blockchain.

Bukan hal yang mengejutkan lagi. Sebelumnya, hal yang sama terjadi pada Agustus 2020 lalu. Ada transaksi Bitcoin senilai US$1 milyar dengan biaya nominal hanya US$4 saja.

Beda dengan Biaya Transfer Uang Fiat (Konvensional)

Sementara, untuk mentransfer uang dengan nilai ini di pasar fiat pastinya berbeda. Perbedaannya dari segi waktu, hingga biaya.

Transfer fiat internasional seringkali membutuhkan waktu satu hingga empat hari kerja termasuk biaya transaksi sebesar 1 sampai 3 persen dari nominal transfer.

Sedangkan, jika transaksi senilai US$2 milyar di fiat maka akan menimbulkan biaya antara US$20 juta hingga US$60 juta.

Di sisi lain, pihak bank dan pemerintah lah yang memegang pengaruh sentral atas aktivitas infrastruktur keuangan ini. Beda Jauh dengan Bitcoin!

Maka dari itu, sistem konvensional dapat dikatakan mengancam privasi, otonomi dan prinsip-prinsip pasar bebas.

Rata-rata Biaya Transaksi BTC US$2,67

Berdasarkan data BitInfoChart, harga rata-rata biaya transaksi di base-layer blockchain Bitcoin adalah 0,000058 BTC (US$2,67).

Ini pun telah menjadi level dasar yang konstan selama dua bulan terakhir sejak awal lonjakan pasar Oktober 2020.

Sementara itu, biaya transaksi rata-rata untuk kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, Ether (ETH), untuk beberapa kelipatan (770 persen) lebih tinggi, diketahui pada angka 0,0061 ETH atau US$20,44.

Ada Sentimen Bullish

Di samping itu, Cointelegraph Markets Pro melaporkan bahwa Bitcoin rupanya mampu mengatasi tantangan dan kembali pada harga US$46.000 pada Selasa pagi.

Hal itu terjadi setelah harga terendah US$43.380 di Bitstamp terjadi, di balik volatilitas pasar yang kuat.

Tetapi, nampaknya, sentimen bullish ini sejalan dengan cadangan Bitcoin di bursa kripto utama yang mencatat posisi terendah multi-year baru pekan ini.

Sebut saja, sebuah level yang tidak terlihat sejak dimulainya lonjakan bullish, Oktober 2020. [ba]

Busrah Ardanshttps://www.hariankripto.id/
Aset kripto adalah aset masa depan, khususnya bagi generasi Milenial dan generasi Y dan kelak untuk generasi Alpha. Nuansa kebebasan adalah unsur utama di aset kripto.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }