Ini Bukti Terbaru Blockchain Bitcoin Tak Bisa Diretas

- Sabtu, 29 Januari 2022 | 11:00 WIB

Bukti baru telah hadir untuk menjawab, betapa sulitnya blockchain dari Bitcoin (BTC) untuk diretas, yang menunjukkan betapa layaknya teknologi ini untuk diadopsi. Bukan rahasia umum lagi, peretasan adalah momok yang selalu membayangi setiap sistem dan jaringan di dunia maya. Ini adalah dasar dari kejahatan dunia maya yang masih marak terjadi.

Blockchain Bitcoin Tidak Bisa Diretas 

Berdasarkan laporan dari Newscientist, Selasa (25/1/2022), Mark Webber di University of Sussex, Inggris, dan rekan-rekannya telah menyelidiki seberapa besar komputer kuantum yang diperlukan untuk memecahkan Bitcoin. Dan menariknya, untuk mampu meretas jaringan kripto utama tersebut, komputer kuantum perlu menjadi sekitar satu juta kali dari pada saat ini. Untuk meretas BTC, setiap transaksi harus bisa dikonfirmasi oleh jaringan penambang sebelum ditambahkan ke blockchain. Setiap transaksi akan diberi kunci kriptografik selama proses konfirmasi tersebut, sehingga satu-satunya cara untuk meretasnya adalah memecahkan kunci kriptografik tersebut. Tentu saja, ini bukan suatu hal yang mudah, bahkan bagi komputer kuantum sekalipun. "Transaksi diumumkan dan ada kunci yang terkait dengan transaksi itu.. Dan ada jendela waktu yang terbatas bahwa kunci itu rentan dan itu bervariasi, tetapi biasanya sekitar 10 menit hingga satu jam, mungkin sehari," kata Webber.

Jauh dari Kata Mampu 

Dalam perhitungan Webber dan tim, memecahkan enkripsi Bitcoin dalam waktu 10 menit akan membutuhkan komputer kuantum dengan kemampuan 1,9 milyar qubit. Sementara, memecahkannya dalam satu jam akan membutuhkan mesin dengan 317 juta qubit. Bahkan jika dibiarkan sepanjang hari, angka ini hanya turun menjadi 13 juta qubit. Bayangkan saja, komputer kuantum terkini dari IBM saja, hanya memiliki 127 qubit. Ini membuat kasus peretasan pada blokchchain Bitcoin menjadi tidak mungkin. Sangat jauh dari kata mampu. Belum ada satu pun perangkat hebat yang mampu meretasnya, bahkan mendekati angka 1 juta qubit untuk mencoba meretasnya. Hal ini jelas membuktikan bahwa, blockchain masih akan menjadi jaringan inovatif yang aman selama beberapa tahun ke depan. Tidak perlu ada kekhawatiran, adopsi pada jaringan ini justru akan meningkatkan efisiensi dalam beberapa lini kegiatan. [st]          

Editor: Syofri Taka

Tags

Terkini

Apa itu Kapitalisasi Pasar?

Minggu, 29 Januari 2023 | 21:06 WIB

Bitcoin Mencapai $23,7K di Hari Rabu 

Jumat, 27 Januari 2023 | 00:39 WIB
X