Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Bank Sentral Tiongkok: Larangan Transaksi Kripto Lanjut Terus!

Bank Sentral Tiongkok (PBOC) menegaskan larangan transaksi kripto di Negeri Panda itu terus dilanjutkan. Terpantau sejak Senin pagi, pasar kripto merah mandi darah.

PBOC meminta bank dan perusahaan penyedia layanan keuangan di Tiongkok untuk berhenti menyediakan beragam layanan terkait mata uang kripto, termasuk pembukaan rekening, transaksi dan penyelesaian, dilansir dari situs resmi bank sentral itu.

Ini artinya, warga Tiongkok yang hendak mencairkan hasil penjualan kripto menjadi yuan tak lagi memungkinkan.

Sesungguhnya ini adalah penegasan dari kebijakan yang diterbitkan pemerintah sejak dua bulan lalu.

Bank Diminta Hentikan Layanan

PBOC menyebutkan juga telah meminta Alipay untuk menghentikan layanan mereka terkait kripto.

Untuk bank, bank sentral sudah berkoordinasi dengan bank-bank raksasa, yakni Bank Pertanian China, Bank Konstruksi China, Bank Tabungan Pos China dan Bank Industri.

Kripto Jadi Sengsara, Belum Nikmat

Kabar teranyar ini cukup berdampak pada pasar kripto secara global, karena kebijakan pada bulan lalu, selain soal transaksi juga merangkap pelarangan tambang Bitcoin di seantero Tiongkok.

Parah, Bro! Tambang Bitcoin di Sichuan Mulai Padam!

“Hal ini diperlukan untuk menjaga kelancaran operasi pasar saham, utang dan valuta asing, menindak tegas kegiatan sekuritas ilegal, dan menghukum berat kegiatan keuangan ilegal,” kata pemerintah Tiongkok saat itu, dilansir dari Decrypt.

Para petambang Bitcoin di Inner Mongolia, Xinjiang, Yunnan dan Sichuan sudah merasakan getirnya pelarangan itu, karena sebagian besar sudah dipaksa berhenti.

Petambang Hijrah, Harga BTC Anjlok

Tekanan kuat peraturan memaksa sebagian petambang Bitcoin dari Tiongkok berniat hijrah ke ke luar negeri, seperti ke Amerika Utara dan beberapa negara di Eropa Timur.

Harga Bitcoin pun ambrol seambrol-ambrolnya hingga di bawah Rp500 juta, kian jauh dari all time high pada 13 April 2021 lalu, Rp930 jutaan.

Koreksi lebih dalam memang tak terhindarkan, bisa mencapai di bawah US$19 ribu. Namun, koreksi itu bisa pulih alias rebound cepat seperti koreksi pada Maret 2020 silam.

Mike McGlone dari Bloomberg Intelligence sebelumnya mencatat, bahwa harga Bitcoin on the track menuju US$100 ribu pada tahun ini juga.

Bernada serupa, PlanB, perancang Grafik Stock-to-Flow meramalkan harga puncak Bitcoin bisa mencapai US$135-450 ribu pada tahun ini. Setelah itu, ada potensi luruh besar seperti pasca Desember 2017. [nic]

Protected with blockchain timestamps

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }