Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Bank Sentral Tiongkok ‘Bersihkan’ 11 Perusahaan Kripto Ilegal

Tiongkok tampaknya terus mengambil langkah keras terhadap industri kripto, yang kali ini menyasar pada perusahaan kripto ilegal.

Cabang bank sentral negara tersebut, yang berada di kota Shenzhen, dikabarkan akan ‘membersihkan’ 11 perusahaan semacam itu.

Langkah Tegas Bank Sentral Tiongkok  

Berdasarkan laporan dari Decrypt, Rabu (18/8/2021), bank sentral Tiongkok cabang Shenzen berencana menindak 11 perusahaan yang dicurigai melakukan aktivitas ilegal terkait mata uang digital.

Bank sentral juga dikabarkan akan melaksanakan proyek percontohan yang bertujuan untuk mendidik konsumen keuangan tentang teknologi dan mencegah risiko.

Ini adalah langkah terbaru dari aksi keras pemerintah terhadap industri kripto, yang sebelumnya telah memukul mundur para penambang kripto di negeri panda tersebut.

Tentu saja, langkah tersebut telah melahirkan banyak korban pada ekosistem pertambangan yang sedang booming di Tiongkok.

Berdasarkan data dari Universitas Cambridge, Tiongkok memegang dua pertiga dari industri pertambangan global tahun lalu. Pada awal April 2021, ini telah turun menjadi di bawah 50%.

Data dari Universitas Cambridge
Data dari Universitas Cambridge

Selain itu, bank sentral ini juga mengeluarkan dekrit kepada bank dan perusahaan pembayaran lainnya yang memerintahkan mereka untuk menghentikan bisnis terkait kripto.

Industri semakin terpukul karena merambah sektor over-the-counter (OTC) yang tengah marak saat itu.

Memberi Dampak Positif

Meski terkesan sangat merugikan, rupanya tindak tegas pemerintah Tiongkok justru memberi dampak yang baik bagi industri.

Diketahui, setelah tindak tegas tersebut, angka konsumsi energi tahunan jaringan Bitcoin telah mengalami penuruna.

Hal ini masih terlihat bertahan bahkan saat penambang sudah mulai membangun operasi kembali di luar negeri tirai bambu.

Secara keterkaitan, pada akhirnya ini akan mengarah ke jejak karbon Bitcoin yang berpotensi menurun dalam jangka panjang. Ini tentu akan menagih janji dari CEO Tesla, Elon Musk, untuk kembali menerima BTC sebagai metode pembayaran untuk mobil listriknya.

Melirik negara Asia lainnya, kripto justru terlihat semakin bertumbuh dari sisi adopsi massal para investor ritel.

Berdasarkan hasil survei baru-baru ini dari bursa Gemini, token asli Cardano, ADA, telah menjadi kripto paling populer ketiga di Singapura.

Meski regulasi belum begitu jelas, negara-negara Asia masih dalam hype yang mumpuni di sektor kripto. Semoga, ini akan terus menguat dan merambat ke negara lain, khususnya negara-negara berkembang. [st]

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }