Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Apa Itu Token Saham?

Token saham alias stock token jadi perbincangan hangat akhir-akhir ini setelah Binance menutup perdagangannya. Tak seperti di FTX.com, token saham di Binance dianggap ilegal.

Pada Jumat lalu otoritas di Hong Kong mengeluarkan pengumuman, bahwa publik Hong Kong harus mewaspadai penggunaan token saham di Binance.

Menurut mereka, token itu tidak teregulasi dan tidak ada perusahaan Binance yang terdaftar.

Hal lainnya juga disebutkan, penggunaan Binance bisa berisiko, karena pengelolanya kapan saja bisa kabur.

Apa Itu Token Saham?

Token saham adalah token digital yang bernilai 1 banding 1 terhadap harga saham asli yang diperdagangkan di bursa efek. USDT (Tether) misalnya adalah token yang mewakili nilai dolar 1 banding 1.

Sejak kuartal pertama tahun 2021 Binance memang memperdagangkan token jenis itu, seperti token saham Tesla, Apple dan lain sebagainya.

Seperti token kripto pada umumnya, token sama sama-sama dibuat menggunakan smart contract.

Smart contract sebagai cara untuk memprogram satu objek bernilai berjalan di blockchain, sehingga mudah diverifikasi transaksinya.

Objek bernilai juga punya keunggulan, karena bisa diperjual belikan kapan saja, tidak bergantung pada jam perdagangan seperti di bursa efek.

Token ini dianggap satu disrupsi lain gegara diperkuat oleh blockchain. Pada Februari 2021 lalu misalnya bursa kripto di Singapura yang dimodali oleh bursa efek negara itu memandang token bisa berdampak pada perubahan cara perusahaan baru untuk menarik modal dari masyarakat.

Alih-alih menerbitkan kontrak investasi di pasar modal biasa, setiap perusahaan bisa menerbitkan token di blockchain yang merepresentasikan modal yang akan dikumpulkannya.

Itu pula yang memudahkan investor melacak transaksinya, berapa unit token yang diterbitkan, bagaimana di masa depan tentang perubahan unitnya, apakah di-burn atau ditambahkan dan banyak peluang lainnnya.

Token jenis ini juga popular di bursa pesaing Binance, yakni FTX.com. Hanya saja bedanya, di FTX dianggap lebih legal, karena mengantongi kerjasama dengan perusahaan sekuritas di Jerman.

FTX juga relatif teregulasi di Amerika Serikat, walaupun beberapa negara bagian tidak bisa mengakses layanan mereka.

Energi blockchain memang sulit dianggap biasa-biasa saja. Disrupsi memang sedang terjadi ketika Anda membaca artikel ini.

Dan sebagaimana perubahan sangat mendasar lainnya, teknologi dan inovasi akan selalu berseberangan dengan regulasi.

Jadi, perlu waktu waktu dan perdebatan termasuk konflik sebelum masuk ke wilayah ideal-nya. Pasalnya, dua unsur ini punya satu tujuan serupa, yakni efisiensi waktu dan biaya. [nic]

Protected with blockchain timestamps

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }