Mengenal Tentang Mekanisme Proof-of-Work (PoW)

- Selasa, 29 November 2022 | 20:47 WIB

HarianKripto.id - Pada dasarnya PoW atau Proof of Work adalah sebuah sistem yang bertujuan untuk mencegah serangan siber seperti email berbahaya, spam, atau Distributed Denial of Service (DDoS). Serangan siber sendiri dapat menghabiskan sumber daya sistem komputer hanya dengan mengirimkan beberapa permintaan palsu.

Mengenal Sistem Proof Of Work (POW)

Proof of work menjelaskan sistem yang memerlukan upaya yang tidak sedikit tetapi layak untuk mencegah penggunaan daya komputasi yang sembrono atau berbahaya. Seperti mengirim email spam atau meluncurkan serangan penolakan layanan.Misalnya, mengirim email berbahaya, spam, atau Distributed Denial of Service (DDoS). Serangan siber sendiri dapat menghabiskan sumber daya sistem komputer hanya dengan mengirimkan beberapa permintaan palsu.

Konsep POW Sudah Lama Dipublikasikan Oleh Wanita

Konsep PoW ini sudah ada sejak lama. Ide PoW dahulu dipublikasikan oleh Cynthia Dwork dan Moni Naor pada tahun 1993. Namun, untuk istilah “proof of work” sendiri diciptakan oleh Markus Jakobsson dari Ari Juels dalam sebuah dokumen yang diterbitkan pada tahun 1999.  Konsep ini kemudian diadaptasi oleh Hal Finney pada tahun 2004 untuk mengamankan uang digital. Melalui gagasan “Proof of work yang dapat digunakan kembali”, ia menggunakan algoritma hashing SHA-256.

Lantas apa kegunaan Proof of Work dalam cryptocurrency?

Contoh penggunaan Proof of Work dalam cryptocurrency yaitu pada Bitcoin. Penemu Bitcoin, Satoshi Nakamoto merupakan orang pertama yang menggunakan teknik Proof of Work.Bitcoin merupakan suatu aset kripto yang didukung oleh jaringan blockchain. Di dalam blockchain, seluruh catatan transaksi Bitcoin telah diatur dalam blok-blok yang dirangkai secara urut. Metode ini diterapkan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya pemalsuan penggunaan aset oleh pengguna, misalnya dengan menghabiskan aset yang sama lebih dari sekali. Maka dari itu, untuk mencegah gangguan pada blockchain yang bersifat publik, versi berbeda akan ditolak oleh pengguna lain.

Sebagai contoh transaksi pengguna akan dicatatkan dalam blok dan diidentifikasi sebagai hash. Proof of Work adalah rangkaian angka panjang yang memiliki fungsi dalam hash tersebut. Beberapa cryptocurrency yang menggunakan sistem Proof of Work yaitu seperti Bitcoin, Dogecoin, Litecoin, Ergo, Ravencoin dan masih banyak lagi.

Editor: Deo Siagian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Seni Pixel Kaki? NFT Teraneh Tahun 2023 

Rabu, 11 Januari 2023 | 23:10 WIB

Emas atau Bitcoin, Bagus Mana?

Selasa, 13 Desember 2022 | 18:00 WIB

Siapa yang Memimpin Web 3.0?

Senin, 5 Desember 2022 | 19:07 WIB

Mengenal Tentang Mekanisme Proof-of-Work (PoW)

Selasa, 29 November 2022 | 20:47 WIB

Memahami Kelebihan dan Kekurangan Cryptocurrency

Selasa, 29 November 2022 | 20:39 WIB

Ethereum VS Cardano, Pilih Mana?

Selasa, 29 November 2022 | 20:34 WIB

Yuk Mengenal Lebih Dalam Tentang Proof-of-Stake

Senin, 28 November 2022 | 21:01 WIB

Kripto Ilegal, Apa Benar?

Senin, 28 November 2022 | 20:22 WIB

Kripto atau Saham, Mana Lebih Menguntungkan?

Rabu, 23 November 2022 | 23:27 WIB

Apa Itu Tokenisasi di Dunia Kripto?

Senin, 2 Mei 2022 | 20:30 WIB

Apa Itu Rug Pull Kripto dan Cara Mengenalinya?

Sabtu, 26 Februari 2022 | 11:35 WIB

5 Artis Indonesia Masuk Kripto, Dari Anang Hingga Atta

Jumat, 25 Februari 2022 | 11:11 WIB

Prediksi Harga Shiba Inu 2022

Jumat, 18 Februari 2022 | 11:20 WIB

5 Cara Ampuh Menjual NFT

Selasa, 15 Februari 2022 | 11:00 WIB
X