Apa Itu Tokenisasi di Dunia Kripto?

- Senin, 2 Mei 2022 | 20:30 WIB

Pernahkah Anda mendengar istilah “tokenisasi” dalam dunia kripto? Istilah token sendiri pasti sudah sering muncul, bahkan di luar dunia kripto. Namun, dalam dunia kripto sendiri, istilah token selalu melekat dengan blockchain dan juga mata uang kripto. Dengan konteks tersebut, token kemudian dapat dipahami sebagai suatu aset yang memuat suatu informasi atau nilai tertentu. Dalam Bahasa Indonesia, imbuhan -isasi bisa bermakna proses atau menjadikan sesuatu. Jadi, dapat dipahami bahwa tokenisasi berarti proses mengubah sesuatu menjadi token. Mengapa suatu hal tersebut dijadikan token? Jika diibaratkan, token adalah sebuah tabung besi. Dengan menggunakan tabung besi, gas oksigen akan lebih mudah disimpan, dipindahkan, dan kemudian digunakan. Token pun demikian. Sebuah aset yang telah melalui tokenisasi pun akan lebih mudah dipindahkan, disimpan, dan diverifikasi secara aman dan efisien. Bayangkan saja jika Anda memindahkan gas oksigen hanya dengan sebuah wadah plastik biasa, pasti keamanannya tidak akan terjamin, Bahkan bisa jadi Anda harus berulang kali memindahkan oksigen sehingga prosesnya tak lagi efisien. Agar penggambaran ini lebih mudah dipahami, Anda bisa menyimak penjelasan mengenai definisi dari token itu sendiri pada poin selanjutnya.

Apa Itu Token?

Token di dunia kripto merupakan suatu entitas (biasanya dalam bentuk digital) yang mewakili sebuah aset. Pada dasarnya, token kripto mirip dengan token biasa seperti yang ada di arena permainan. Untuk bisa menggunakan mesin permainan, Anda harus menukar sejumlah uang tunai menjadi koin. Hanya saja, token kripto tidak memiliki bentuk fisik seperti token permainan. Pada konsep koin permainan tadi, katakanlah Anda menukarkan uang Rp100.000 menjadi koin. Maka, koin tersebut bisa digunakan untuk bermain dalam jumlah yang sama. Misalnya ada 10 mesin yang masing-masing membutuhkan Rp10.000, maka Anda bisa bermain 10 kali. Namun, setelah uang berubah menjadi koin permainan, Anda tak lagi bisa menggunakannya untuk membeli pakaian atau barang lain seharga Rp100.000. Sebenarnya, contoh penerapan token sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari Anda. Contoh lain yang sering diterapkan adalah saat Anda menggunakan kartu e-money. Kartu e-money pada dasarnya berfungsi sebagai sebuah pengganti informasi pengguna. Saat Anda melakukan top-up, maka otomatis kartu tersebut akan langsung tertaut pada uang yang tersimpan di dalamnya. Dengan begitu, saat terjadi transaksi, pihak pembeli tak perlu lagi memasukkan informasi sensitif seperti PIN atau tanda tangan. Cukup dengan menempelkan “token” pada mesin EDC, maka sistem akan langsung mengenali bahwa Anda adalah pemilik dari uang yang tersimpan dalam e-money. Proses tokenisasi tersebut akan meminimalisir risiko pencurian atau duplikasi informasi sensitif yang melekat pada kartu. Ditambah dengan teknologi blockchain, maka tokenisasi menghadirkan suatu cara baru dalam bertransaksi.

Apa Itu Tokenisasi di Dunia Kripto?

Setelah mengetahui apa itu token, kini saatnya menyelami lebih dalam soal apa itu tokenisasi. Tokenisasi di dunia kripto bukanlah suatu hal yang berdiri sendiri. Proses tersebut bisa terjadi dengan dukungan teknologi blockchain. Namun, dalam praktiknya, mekanisme yang diterapkan tidak terlalu jauh berbeda. Mirip pada contoh koin dari tempat bermain, blockchain pun bisa membuat token yang kemudian disimpan dalam jaringannya. Hal ini mungkin terjadi karena blockchain sendiri merupakan sebuah ledger atau buku besar yang dapat diakses publik. Jadi, tiap sistem mengeluarkan sebuah token di dalam jaringan blockchain. Kemudian, seluruh pengguna yang ada dapat melihat dan memantau pergerakannya. Namun, perlu diingat, pengguna tidak akan pernah bisa memastikan seperti apa bentuk dan jumlah aset awal yang telah melalui proses tokenisasi. Di sinilah letak keunikan tokenisasi di dunia kripto. Misalnya, dalam blockchain terdapat mata uang kripto Ethereum (ETH). Saat seseorang mengirimkan sejumlah ETH kepada Anda, maka seluruh pengguna yang ada dalam jaringan blockchain pun bisa melihat proses pengiriman tersebut. Bahkan hal tersebut dapat dipantau secara real-time, membuat token kripto begitu transparan.

Apa Keuntungan yang Bisa Didapatkan dari Tokenisasi?

Lalu, sebenarnya apa yang bisa didapat dengan melakukan tokenisasi? Bukankah lebih nyaman jika memiliki aset yang bisa terlihat dan diukur jumlahnya? Berikut adalah beberapa contoh keuntungan dari tokenisasi aset dalam jaringan blockchain:
  • Tingkat likuiditas tinggi
Setelah melalui proses tokenisasi, aset yang Anda miliki pun bisa diakses oleh lebih banyak orang. Hal ini berarti tingkat likuiditas aset awal menjadi naik. Ini akan sangat menguntungkan jika aset awal Anda merupakan sesuatu yang sulit diuangkan seperti properti atau barang antik. Tokenisasi di dunia crypto memungkinkan aset untuk dapat ditukar secara online dan bebas. Investor yang kemudian membeli aset tersebut pun bisa memiliki peluang untuk memiliki sebagian dari aset awal token (tentunya dengan kesepakatan pemilik token). Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa proses tokenisasi dapat meningkatkan likuiditas pasar dan membuka peluang investasi.
  • Proses transaksi yang lebih efisien
Saat melakukan investasi dengan instrumen konvensional, sering kali Anda harus melalui beberapa tahapan dan berurusan dengan banyak orang, entah itu manajer investasi atau pihak bank. Namun, pada tokenisasi crypto, Anda tidak harus bergantung pada pihak ketiga untuk bisa mengelola aset. Itu berarti proses manajemen aset menjadi lebih ringkas. Dari segi biaya, Anda pun tak perlu lagi mengeluarkan biaya transaksi atau biaya administrasi untuk pihak perantara. Jauh lebih efisien dari segi waktu sekaligus biaya. Terlebih, token kripto berada dalam jaringan blockchain yang terus aktif non-stop dan diperdagangkan di seluruh dunia.
  • Lebih transparan
Token kripto ada di dalam jaringan blockchain, yang berarti seluruh pengguna dapat melacak dan memantau tiap transaksi. Sebab, tiap transaksi yang terjadi dalam jaringan blockchain pasti dapat diverifikasi dengan kriptografi. Di blockchain, seluruh transaksi pun akan terekam secara otomatis. Dengan begitu, riwayat tiap token bisa dilihat dan diverifikasi keasliannya. Hingga sekarang, kualitas ini masih belum ada pada aset digital lain yang serupa. Dari ketiga poin di atas, bisa disimpulkan bahwa token kripto memungkinkan informasi dan nilai yang terkandung pada suatu aset dapat ditransfer, disimpan, sekaligus diverifikasi secara efisien dan aman. Adanya proses tokenisasi kripto juga dapat membuka peluang baru bagi para investor untuk melakukan investasi dengan aman.

Tantangan Tokenisasi

Meski menawarkan beragam kemudahan, tokenisasi kripto juga memiliki beberapa hambatan nyata. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh tokenisasi dan dunia kripto secara keseluruhan adalah peraturan pemerintah. Hal ini sebenarnya sangat wajar jika mengingat bahwa blockchain dan kripto merupakan suatu teknologi baru. Sebenarnya, blockchain dan kripto memang ada jauh sebelum ini. Hanya saja, kala itu penggunaannya masih sangat terbatas pada kalangan tertentu. Jaringan blockchain memang memiliki beberapa karakteristik yang mirip dengan sekuritas keuangan konvensional, namun sering kali peraturan yang berlaku pada sekuritas konvensional tidak bisa diterapkan pada blockchain. Walau begitu, kini tantangan tersebut perlahan mulai terlihat jalan keluarnya. Sekarang ini, sudah mulai banyak negara yang membuat regulasi baru untuk mengatur kripto. Salah satunya terjadi di Amerika Serikat. Melalui Securities and Exchange Commission, pemerintah Amerik Serikat sedang menimbang untuk memasukkan beberapa jenis token sebagai suatu sekuritas. Tantangan lainnya berkaitan dengan kepemilikan aset dasar. Katakanlah suatu properti dijadikan token. Namun, token dari properti tersebut dipegang oleh ratusan investor anonim. Lalu, siapakah yang bisa disebut sebagai pemilik properti tersebut, siapa yang lantas bertanggung jawab atas pemeliharaan properti? Dengan kata lain, sebenarnya tokenisasi aset masih membutuhkan suatu standar yang perlu diatur dengan jelas agar tidak merugikan investor maupun pemilik aset awal.

Bagaimana Masa Depan Tokenisasi Kripto?

Adanya tokenisasi aset menjadi kripto sedikit banyak telah memengaruhi transaksi keuangan konvensional, terlebih yang masih berhubungan dengan likuidasi aset. Penerapan teknologi blockchain pada tokenisasi memungkinkan aset untuk bisa disimpan dalam jaringan tersebut. Seluruh riwayat aset pun dapat dilacak dan dipantau dengan mudah, membuatnya begitu transparan. Ini membuktikan bahwa tokenisasi dapat menyederhanakan transaksi keuangan konvensional yang harus melibatkan banyak pihak ketiga. Efisiensi yang muncul pun tidak sekadar dari segi waktu, tapi juga dari segi biaya. Sebab, Anda tidak perlu mengeluarkan uang kepada pihak ketiga (misalnya untuk administrasi atau pemeliharaan aset). Hanya saja, agar tokenisasi bisa berlaku secara luas, perlu adanya dukungan dari pemerintah. Pihak regulator harus mampu merumuskan aturan yang memastikan bahwa proses tokenisasi tidak disalahgunakan sehingga nantinya potensi terjadinya kerugian dapat diminimalisir. Tokenisasi pada dunia kripto merupakan suatu proses untuk mengubah sebuah aset menjadi token yang tersimpan dalam jaringan blockchain. Setelah aset berubah menjadi token kripto di dalam blockchain, maka jangkauannya pun lebih luas. Aset dapat diakses oleh lebih banyak audiens dari seluruh dunia. Selain itu, teknologi blockchain juga memungkinkan setiap riwayat transaksi aset tersimpan secara otomatis. Di samping kemudahan tersebut, nyatanya tokenisasi dalam dunia kripto juga masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satu tantangan terbesar yang ada datang dari pihak pemerintah yang membuat kebijakan. Masih banyak pemerintahan yang menyangsikan kripto dan berbagai peluangnya dalam dunia keuangan. [nn]

Editor: Nicholas Nararya

Tags

Terkini

Seni Pixel Kaki? NFT Teraneh Tahun 2023 

Rabu, 11 Januari 2023 | 23:10 WIB

Emas atau Bitcoin, Bagus Mana?

Selasa, 13 Desember 2022 | 18:00 WIB

Siapa yang Memimpin Web 3.0?

Senin, 5 Desember 2022 | 19:07 WIB

Mengenal Tentang Mekanisme Proof-of-Work (PoW)

Selasa, 29 November 2022 | 20:47 WIB

Memahami Kelebihan dan Kekurangan Cryptocurrency

Selasa, 29 November 2022 | 20:39 WIB

Ethereum VS Cardano, Pilih Mana?

Selasa, 29 November 2022 | 20:34 WIB

Yuk Mengenal Lebih Dalam Tentang Proof-of-Stake

Senin, 28 November 2022 | 21:01 WIB

Kripto Ilegal, Apa Benar?

Senin, 28 November 2022 | 20:22 WIB

Kripto atau Saham, Mana Lebih Menguntungkan?

Rabu, 23 November 2022 | 23:27 WIB

Apa Itu Tokenisasi di Dunia Kripto?

Senin, 2 Mei 2022 | 20:30 WIB

Apa Itu Rug Pull Kripto dan Cara Mengenalinya?

Sabtu, 26 Februari 2022 | 11:35 WIB

5 Artis Indonesia Masuk Kripto, Dari Anang Hingga Atta

Jumat, 25 Februari 2022 | 11:11 WIB

Prediksi Harga Shiba Inu 2022

Jumat, 18 Februari 2022 | 11:20 WIB

5 Cara Ampuh Menjual NFT

Selasa, 15 Februari 2022 | 11:00 WIB
X