Apa Itu Rug Pull Kripto dan Cara Mengenalinya?

- Sabtu, 26 Februari 2022 | 11:35 WIB

Mungkin Anda pernah mendengar berita soal penipuan token SQUID yang sempat populer karena serial Squid Game. Token SQUID sempat menjadi salah satu token dengan nilai tertinggi sebelum akhirnya nilainya turun drastis. Fenomena yang terjadi pada token SQUID ini adalah salah satu contoh skema rug pull kripto.

Apa Itu Rug Pull Kripto?

Singkatnya, rug pull adalah sebuah skema penipuan di dunia mata uang kripto. Pihak developer secara sengaja akan meninggalkan proyek yang dibuat dan membawa kabur uang dari para investor. Bagaimana cara kerjanya? Langkah pertama, developer akan memasarkan token di berbagai platform hingga menciptakan ketertarikan tinggi akan token buatannya tersebut. Setelah mengumpulkan investor, nilai token tersebut akan melambung tinggi. Kemudian, developer akan langsung menjual seluruh aset kripto dalam proyeknya tersebut, meninggalkan para investor dengan token yang nilainya sangat rendah.  Rug pull kripto sangat mungkin terjadi pada ekosistem decentralized finance (DeFi), khususnya decentralized exchanges (DEX). Ini dikarenakan siapa saja boleh menjual token tanpa harus melalui proses audit sama sekali di DEX. Selain itu, developer bodong pun bisa membuat token kripto Ethereum secara gratis dan mudah.

Tipe Rug Pull Kripto Berdasarkan Mekanismenya

Perlu Anda ketahui, siapa saja yang melakukan skema rug pull pasti memiliki niat buruk sejak awal. Pihak tidak bertanggung jawab ini sudah memperhitungkan strategi terbaik untuk menipu investor, baik yang masih pemula maupun yang sudah cukup ulung. Setidaknya ada tiga tipe rug pull yang perlu Anda waspadai. 
  • Liquidity stealing
Developer membuat liquidity pool dengan suntikan dana untuk mengelabui calon investor. Begitu nilai token meningkat, developer akan menarik seluruh nilai kripto yang terkumpul dalam liquidity pool ini.
  • Sell order terbatas
Menggunakan mata uang palsu dengan kode yang dibuat supaya hanya pihak developer saja yang bisa menjual token tersebut.
  • Dumping
Developer memiliki aset token buatannya dalam jumlah besar, mengundang investor ikut membeli token tersebut untuk menaikkan nilainya. Lalu, developer akan menjual seluruh aset tokennya dengan keuntungan besar, meninggalkan sisa investor dengan token yang nilainya jatuh. Cara Mengenali Rug pull dalam transaksi kripto Sama halnya dengan skema penipuan lainnya, Anda bisa mengambil beberapa langkah agar tidak menjadi korban rug pull kripto selanjutnya.
  • Jangan langsung percaya dengan developer baru
Bukan berarti Anda harus tahu nama asli dari developer. Satu pertanyaan yang perlu Anda cari tahu sebelum berinvestasi pada mata uang kripto baru adalah apakah developer-nya memiliki track record yang baik? Jika developer tidak dikenal dalam komunitas kripto, tidak memiliki history apa pun, serta tidak memiliki jejak yang jelas, maka sebaiknya hindari proyek kripto yang dikembangkannya. Jangan mudah tergiur dengan promosi kripto, apalagi dari akun media sosial yang baru dibuat. 
  • Cek likuiditas token
Semakin kecil tingkat likuiditasnya, maka semakin besar peluang developer untuk melakukan rug pull. Memang sulit untuk mengalkulasikan tingkat likuiditas pada proyek DeFi, tetapi Anda bisa mengecek trading volume selama 24 jam terakhir. Trading volume yang dimiliki setidaknya harus mencapai 10%-40% dari total market capitalization token. Lalu, cek apakah developer melakukan yang namanya liquidity locking, yakni mengunci liquidity pool ke dalam Blockchain. Biasanya, developer tepercaya akan mengunci liquidity pool selama 3-5 tahun sejak tanggal offering. Sebagai investor, Anda bisa mengecek total value locked (TVL) yang seharusnya berkisar antara 80% sampai 100%.
  • Token dimiliki oleh segelintir orang saja
Menggunakan situs seperti Etherscan, BSCScan, dan CoinMarketCap, Anda perlu mengecek siapa pemilik terbesar dari token yang ingin Anda beli. Jika Anda menemukan hanya satu atau dua pihak saja yang memiliki mayoritas—atau bahkan porsi yang melebihi 5% dari total aset token—maka risiko dilakukannya rug pull oleh developer semakin tinggi.
  • Tidak diaudit oleh pihak ketiga
Mata uang kripto dengan reputasi yang bagus akan selalu menginfokan para investor bahwa sudah dilakukan audit oleh pihak ketiga. Hal ini juga sudah menjadi standar baru yang harus diketahui oleh seluruh investor kripto. Jadi, selalu waspada jika Anda melihat token yang belum pernah diaudit. Jika penawaran token terlalu menggiurkan, sampai terasa seperti penipuan, kemungkinan besar itu memang penipuan. Investasi mata uang kripto itu sistemnya high risk high return. Sehingga, Anda harus selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya. Kini, Anda sudah lebih paham soal cara menghindari rug pull kripto. Siapkah Anda untuk mulai investasi kripto? [ps]

Editor: Panda Siagian

Tags

Terkini

Seni Pixel Kaki? NFT Teraneh Tahun 2023 

Rabu, 11 Januari 2023 | 23:10 WIB

Emas atau Bitcoin, Bagus Mana?

Selasa, 13 Desember 2022 | 18:00 WIB

Siapa yang Memimpin Web 3.0?

Senin, 5 Desember 2022 | 19:07 WIB

Mengenal Tentang Mekanisme Proof-of-Work (PoW)

Selasa, 29 November 2022 | 20:47 WIB

Memahami Kelebihan dan Kekurangan Cryptocurrency

Selasa, 29 November 2022 | 20:39 WIB

Ethereum VS Cardano, Pilih Mana?

Selasa, 29 November 2022 | 20:34 WIB

Yuk Mengenal Lebih Dalam Tentang Proof-of-Stake

Senin, 28 November 2022 | 21:01 WIB

Kripto Ilegal, Apa Benar?

Senin, 28 November 2022 | 20:22 WIB

Kripto atau Saham, Mana Lebih Menguntungkan?

Rabu, 23 November 2022 | 23:27 WIB

Apa Itu Tokenisasi di Dunia Kripto?

Senin, 2 Mei 2022 | 20:30 WIB

Apa Itu Rug Pull Kripto dan Cara Mengenalinya?

Sabtu, 26 Februari 2022 | 11:35 WIB

5 Artis Indonesia Masuk Kripto, Dari Anang Hingga Atta

Jumat, 25 Februari 2022 | 11:11 WIB

Prediksi Harga Shiba Inu 2022

Jumat, 18 Februari 2022 | 11:20 WIB

5 Cara Ampuh Menjual NFT

Selasa, 15 Februari 2022 | 11:00 WIB
X