Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Analisis Teknikal untuk Tekan Kesan FOMO dan FUD

Kesan Fear of Missing Opportunity (FOMO) dan Fear, uncertainty and doubt (FUD) lebih sering keliru ditafsirkan, khususnya karena pemberitaan media massa dan kabar dari media sosial. Analisis teknikal, berdasarkan data bisa menjadi penekan salah tafsir itu.

Yang disebut FOMO adalah kesan ketakutan yang ditafsirkan seseorang karena beragam kabar yang berseliweran. Kabar itu dianggap memberikan harapan berlebihan takut kehilangan kesempatan.

Misalnya ada berita prediksi dan proyeksi dari seorang analis dari Bloomberg Intelligence, bahwa harga Bitcoin berpotensi menguat menuju US$100 ribu per BTC.

Munculnya kesan FOMO hanya ketika berita ditafsirkan tidak benar alias kabar bohong.

Biasanya kesan FOMO terjadi karena pembaca hanya membaca judulnya saja, tanpa membaca lebih lanjut isinya secara lengkap sampai tuntas, berikut memverifikasi data di dalamnya.

Belum lagi pembaca tidak memahami sosok narasumber yang diberitakan itu, termasuk rekam jejaknya.

Di sinilah kemandirian belajar dan riset mandiri sangat diperlukan agar tidak buru-buru menafsirkan adanya FOMO.

Alangkah lebih bijaksana jangan terburu-buru menilai bahwa satu berita masuk kategori FOMO, sebab sebagian prediksi nyatanya benar-benar menggunakan data sahih.

Dalam konteks prediksi Bloomberg Intelligence, mereka selalu menggunakan data berdasarkan analisis teknikal, bukan sekadar bercuap-cuap sembarangan.

Demikian pula sebaliknya, ketika ada “kabar tak sedap” harga Bitcoin bisa terjerembab kembali ke US$20 ribu, Anda tak patut panik berlebihan dan menilainya sebagai FUD, lantas ikut-ikutan menjual aset.

Namun di atas itu semua, kesan FOMO dan FUD tetap tidak bisa hilang dan menjadi keseharian pasar. Maklumlah, pasar kripto sama seperti pasar aset lainnya, yakni penuh nuansa psikologis.

Analisis Teknikal: Peran dan Manfaatnya

Nah, di sinilah peran analisis teknikal alias charting. Anda sendiri harus mempelajarinya, setidaknya bisa membaca tren pergerakan harga, apakah berikutnya akan naik atau turun.

Analisis teknikal juga berfaedah tidak menjerumuskan Anda dan teman Anda terkait anggapan kripto adalah murni judi.

Pasalnya, analisis teknikal adalah ilmiah berdasarkan angka dan fakta historis untuk memproyeksikan dan memprakirakan harga di masa depan.

Disebut memprakirakan artinya hasil kajiannya tidak 100 persen akurat, melainkan mendekati.

Apa Itu Analisis Teknikal?

Disebut teknikal, karena cara ini memanfaatkan rumus matematika dan metode statistik lewat satu komponen yang disebut dengan indikator.

Indikator adalah alat untuk mengatur strategi trading atau investasi kita, sehingga kita memahami apakah harga bergerak naik atau turun.

Itulah yang pada akhirnya menentukan keputusan kita, kapan akan membeli dan kapan akan menjual.

Dasar utama analisis teknikal lewat sejumlah indikator adalah menghitung nilai rata-rata pergerakan harga di masa lampau di beragam time-frame.

Dengan memantau nilai rata-rata harga, maka kita mendapatkan gambaran dan sinyal ke mana harga akan bergerak.

Ada ribuan indikator di analisis teknikal dan semuanya memberikan sinyal yang berbeda dan punya tujuan khusus pula.

Dalam penerapannya, beberapa indikator bisa digunakan sekaligus agar sinyalnya lebih jelas dan terpastikan (confirmed).

Indikator Moving Average (MA)

Indikator paling umum yang digunakan adalah Moving Average (MA). Sesuai namanya, indikator ini menghitung nilai rata-rata pergerakan harga dan disimbolkan dengan garis.

Cara indikator ini adalah memperhalus gerak harga, sehingga kita memahami apakah harga membentuk tren turun atau sebaliknya.

Nah, sekarang cobalah buka akun TradingView Anda atau piranti lunak lain untuk charting.

Dalam hal ini kita menggunakan Tradingview.com yang bisa Anda akses secara gratis di Internet.

MA di Grafik Bitcoin

Pertama, bukalah grafik Bitcoin ini, yakni BTC/USD untuk bursa Bitstamp. Anda perhatikan, secara standar TradingView hanya menampilkan pergerakan harga dalam bentuk candle stick.

Candle stick berwarna hijau melambangkan penguatan (ada aksi beli) dan merah melambangkan pelemahan (ada aksi jual).

Harga Bitcoin ditampilkan dengan candle stick.

Masalahnya adalah hanya dengan data candle stick kita kurang memahami pergerakan harga sesungguhnya dalam sebuah tren. Artinya harga ini cenderung naik atau turun?

Nah, di sinilah peran Moving Average (MA) yang memperhalus gerak harga itu (candle stick) dengan mencari nilai rata-ratanya.

Kedua, tampilkan indikator MA dari tombol Indikator. Cukup ketikkan Moving Average lalu pilihlah indikator itu, hingga muncul di grafik Anda.

Cara menampilkan indikator Moving Average (MA) di grafik Bitcoin.

Nah, sekarang grafik Bitcoin sudah menampilkan indikator MA dalam bentuk garis, berpadu dengan candle stick.

Setiap MA memiliki length (panjang) berupa angka, misalnya 5, 10, 20 dan seterusnya. TradingView secara standar menampilkan panjang MA adalah 9.

analisis teknikal
Grafik Bitcoin menampilkan indikator Moving Average (MA).

Lihatlah MA (bergaris biru) yang sudah memberikan gambaran halus pergerakan harga. Semakin besar nilai length-nya, maka semakin halus pula gerak harganya.

Jika nilai length adalah 0, artinya itu sama dengan gerak harga sesungguhnya (sama dengan candle stick) itu sendiri. Dan itu jelas-jelas tidak diperlukan.

Untuk mengubah panjang MA, bisa dilakukan lewat penyetelan di indikator. Warna dan ketebalan garis bisa diubah.

Pengaturan warna dan panjang garis MA.

Setelah warna dan panjang garis diubah.

Bagaimana Cara Membacanya?

Cara membacanya dan menafsirkannya sangat mudah. Jika harga (candle stick) berada di atas garis MA, maka harga cenderung naik.

Dan sebaliknya, ketika harga berada di bawah garis MA, maka harga cenderung turun.

Panah hijau: harga dalam tren naik, karena candle stick berada di atas garis MA. Panah merah: harga dalam tren turun, karena candle stick berada di bawah garis MA.

Kesimpulannya di sini adalah menggunakan MA kita ingin mengukur kecenderungan (tren) secara garis besar.

Penggunaan Time-Frame

Time-Frame (TF) adalah kerangka (rentang) waktu pergerakan harga. TF berguna melihat pergerakan harga dalam waktu pendek dan lebih panjang. Pada grafik di atas, menggunakan TF harian (daily).

Pengaturan time-frame.

Di TradingView.com standar kita bisa menggunakan TF mulai dari 1 menitan hingga bulanan (monthly).

Misalnya TF harian (daily), artinya setiap 1 candle stick bar mewakili satu hari pergerakan harga tutup dan buka.

Sedangkan TF mingguan, artinya setiap 1 candle stick bar mewakili satu pekan pergerakan harga tutup dan buka.

Nah, indikator MA bisa digunakan untuk setiap TF yang berbeda-beda, tergantung pada kebiasaan trader.

MA Sebagai Sinyal Beli dan Jual

MA sekaligus memberikan kita salah satu strategi untuk memutuskan kapan beli dan menjual aset, karena MA memberikan gambaran harga support dan resistence.

Tapi ingat, indikator pada prinsipnya adalah pemandu, bukan penentu final keputusan kita.

Caranya begini. Perhatikan pada grafik di bawah ini yang menggunakan TF 30 menit. Panjang MA adalah 10.

analisis teknikal

Ketika candle stick mulai berada di atas garis MA, maka kita bisa melakukan aksi beli, karena harga cenderung mulai menaik.

Dan sebaliknya, kita bisa melakukan aksi jual, ketika candle stick mulai berada di bawah garis MA.

Baik, sampai di sini mudah-mudahan Anda bisa memahami prinsip dasar analisis teknikal yang bisa Anda gunakan sebagai panduan trading.

analisis teknikal
Grafik mingguan Bitcoin memberikan sinyal tren turun sejak 10 Mei 2021, menggunakan MA-10.

Pada artikel berikutnya, kita akan membahas penggunaan beberapa indikator MA untuk mendapatkan sinyal yang lebih jelas, termasuk menggunakan indikator Exponential Moving Average (EMA) yang lebih peka terhadap perubahan harga. [nic]

Protected with blockchain timestamps

Nicholas Nararyahttps://www.hariankripto.id
Menulis adalah kegairahan tersendiri, apalagi soal aset kripto sebagai kelas aset baru yang memukau. Sulit menolak untuk menjadi bagian dari sejarah luar biasa ini.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }