Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Ambyar! Investor AnubisDAO Jadi Korban Kripto Senilai Rp856 Milyar!

Kabar tak sedap kembali hadir dari industri kripto, di mana proyek AnubisDAO, diduga melakukan penipuan (scam) dan membawa lari uang investor. Total kerugian yang diketahui berkisar US$60 juta, setara Rp856 milyar.

AnubisDAO Menjadi Scam yang Kejam

Berdasarkan laporan dari Decrypt, Senin (1/11/2021), seorang investor AnubisDAO mengklaim bahwa proyek kripto bertema anjing tersebut telah berubah menjadi scam.

Hal tersebut didasari dari menghilangnya dana dari kumpulan likuiditas proyek tersebut.

Sekadar informasi, AnubisDAO disebut-sebut sebagai fork dari OlympusDAO, mata uang cadangan terdesentralisasi yang didukung oleh penjualan obligasi dan biaya penyedia likuiditas. Itu yang membuat para investor percaya dan menaruh uang besar di proyek ini.

Menariknya, proyek ini tidak memiliki situs web resmi, hanya hadir di Discord dan Twitter yang sekarang tidak aktif lagi.

Proyek tersebut diketahui melakukan penjualan token perdana (semacam ICO) untuk mendapatkan token aslinya, ANKH.

Namun, dua puluh jam setelah penjualan, likuiditas di kumpulan telah dikirim ke address yang berbeda. Dari sinilah mulai terendus sesuatu yang tidak sedap.

Seorang investor bernama Brian Nguyen, mengaku bahwa ia telah kehilangan US$470.000 karena proyek ini. Bukan berpegang pada fundamental, Brian mengaku bahwa ia melihat AnubisDAO akan sukses seperti token meme anjing lainnya.

Tentu saja, itu adalah dasar berinvestasi yang buruk dengan mengeluarkan uang sebesar itu.

Terkena Serangan Phishing?

Mulai ramainya kasus ini di Twitter telah menghadirkan berbagai reaksi dan aksi para pengguna dan investornya.

Di satu sisi, ada akun bernama @Beerus yang menyebutkan address tujuan pengiriman dana curian itu. Tetapi, akun Beerus menghilang dari Twitter semenit kemudian.

Namun kemudian, akun Beerus, yang diduga men-tweet melalui akun baru bernama @cryptofan777, hadir lagi untuk menjernihkan suasana.

Ia pun mengatakan bahwa, pengembang AnubisDAO tidak menguras dana itu sendiri, melainkan karena terkena serangan phishing.

“Saya bekerja sama dengan polisi dan mematuhi semua penyelidikan sekarang,” tambah akun @cryptofan777.

Masih belum jelas apa yang sebenarnya terjadi, tetapi kembalinya dana kepada para investor sangat kecil kemungkinannya.

Keamanan dan kepercayaan memang masih menjadi kendala di industri ini, di mana para penipu masih dapat melancarkan aksinya dengan semaunya saja. Butuh peran auditor handal untuk memastikan semua berjalan dengan baik, dari sisi sistem dan juga kontrak pintar yang menaunginya.

Menjadi aksi Scam atau korban phishing, kami rasa kita masih harus menunggu kabar terbaru dari kepolisian dan pembaruan di Twitter. [st]

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }