Ardana , Proyek Stablecoin Basis Cardano Mendadak Menghentikan Pengembangan, Harganya Bagaimana?

- Sabtu, 26 November 2022 | 23:55 WIB

HarianKripto.id - Ardana yang merupakan project yang berfokus pada pengerjaan stablecoin di ekosistem cardano telah menghentikan pengembangan karena tidak adanya lagi pendanaan dan ketidakpastian waktu dalam pengerjaan proyek. Mendengar hal itu , komunitas cardano menyebutnya sebagai penipuan atau 'rugpull'.

Ardana Tidak Punya Biaya Untuk Mendanai Project Stablecoin 'dUSD'

Ardana, ekosistem terdesentralisasi di Cardano, telah menghentikan perkembangannya, yang membuat komunitas crypto khususnya Cardano kecewa. Proyek tersebut men-tweet pada 24 November bahwa “perkembangan terkini sehubungan dengan pendanaan dan ketidakpastian jadwal proyek” adalah alasan di balik penghentian tersebut. Itu mencatat bahwa kode akan tetap open source dan orang lain dapat membangunnya jika mereka mau.

Ardana Labs selaku tim pengembangan project stablecoin bernama dUSD , memberitahukan bahwa sisa dana dan saldo treasury akan ditahan sampai terdapat tim pengembangan kompeten lainnya yang melanjutkan pengembangan project stablecoin dUSD. Mereka menjelaskannya melalui tweet Ardana di bawah ini.

Baca Juga: NIKE Luncurkan Platform Web3 NFT Baru , Platform Apakah Itu?

Tweet Ardana

Ardana merupakan kumpulan likuiditas pertukaran aset yang terdesentralisasi. Ardana juga memiliki dua produk utama yaitu platform stablecoin 'dUSD' dan DEX yang disebut Danaswap.

Orbis juga merupakan proyek yang terkait dengan dan , tetapi telah menghentikan pengembangannya. Pendiri Ardan Ryan Matovu merupakan CEO dari Orbis Labs. Sementara itu,tim dari SundaeSwap, salah satu Dex pertukaran Cardano berencana membeli infrastruktur atau tools apapun yang dikembangkan dalam satu tahun terakhir oleh tim Ardana.

Respon Dari Komunitas Cardano

Halaman:

Editor: Deo Siagian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X