Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Afsel: Investasi Bodong Kripto di Luar Jangkauan Kami

Investasi bodong di industri kripto masihlah marak, di mana mereka telah hadir sejak beberapa tahun lalu dengan mengincar para investor ‘lugu’ dengan memberi janji pengembalian yang sangat muluk.

Kasus terbaru, masih hangat kami beritakan, dua bersaudara pendiri perusahaan investasi kripto asal Afrika Selatan, AfriCrypt, yang telah menghilang dan terancam menghilangan triliunan rupiah uang klien mereka. Lalu bagaimana tanggapan dari regulator setempat?

Investasi Bodong Kripto Diluar Jangkauan

Berdasarkan laporan dari Bloomberg, regulator keuangan di negara kasus tersebut berada, Afrika Selatan (Afsel) mengatakan bahwa untuk dugaan kasus penipuan investasi bodong dari AfriCrypt, mereka belum dapat menyentuhnya karena kripto belum menjadi produk yang diatur.

Menanggapi AfriCrypt yang kini terlihat seperti skema Ponzi atau investasi bodong, Otoritas Perilaku Sektor Keuangan (FSCA) mengatakan bahwa yang dapat dilakukan saat ini hanyalah meninjau keluhan karena aset kripto tidak diatur dalam hal undang-undang sektor keuangan apa pun di Afsel dan akibatnya FSCA tidak memiliki wewenang untuk mengambil tindakan regulasi apa pun.

Dua Bersaudara Afsel Ini Menghilang, Bitcoin Rp31 Triliun Terancam Melayang

“Entitas ini menawarkan pengembalian yang sangat tinggi dan tidak realistis yang serupa dengan yang ditawarkan oleh skema investasi yang melanggar hukum yang biasa dikenal sebagai Ponzi.. Masyarakat didesak untuk memahami bahwa pengembalian tinggi yang tidak realistis menunjukkan bahwa skema investasi cenderung curang,” kata FSCA, dilansir dari Bloomberg, Kamis (24/6/2021).

Aset Kripto akan Dianggap Sebagai Produk Keuangan

Diketahui, penawawan dari AfriCrypt memang terlihat sangat menggiurkan, di mana mereka menawarkan pengembalian minimal lima kali lipat dari nilai yang diinvestasikan klien.

Selain itu, pengacara yang bertindak atas nama sekelompok klien pun mengatakan dua bersaudara pendiri AfriCrypt dan Bitcoin senilai US$3,6 miliar telah menghilang.

Untuk mengantisipasi hal seperti ini lagi, FSCA memutuskan untuk mengambil langkah-langkah agar aset kripto dinyatakan sebagai produk keuangan karena kasus penipuan dan kejahatan terkait aset kripto telah sangat banyak terjadi di Afrika Selatan.

“Otoritas prihatin dengan banyaknya penipuan yang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku memberikan aset kripto kepada publik.. Masyarakat harus mewaspadai banyaknya oknum-oknum yang bermain di sektor ini,” kata FSCA.

Sekali lagi, dalam menghadapi penawaran investasi apapun, baik itu kripto ataupun produk keuangan lainnya, kita harus lebih mengedepankan akal sehat dan ketenangan.

Penawaran fantastis dari AfriCrypt sebenarnya adalah sinyal bahwa mereka nantinya akan menjadi sebuah penipuan karena pengembalian yang sebegitu tingginya sangatlah tidak masuk akal dan terlalu muluk.

Jikapun masuk akal, bukankah seharusnya mereka menawarkan ini kepada pemerintah Afsel saja biar negara menjadi semakin maju? Mari kita renungkan. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }