Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Adopsi Investasi Kripto Terbesar Ada di Asia

Berdasarkan laporan dari situs perbandingan Finder, negara-negara Asia rupanya telah memimpin dalam hal investasi kripto ritel.

Tentu saja, adopsi ini memiliki arti yang besar karena investor ritel adalah lambang dari minat dan pengetahuan yang lebih luas akan aset.

Asia Memimpin Investasi Ritel 

Dalam laporan tersebut, Finder telah mensurvei di 27 negara. Hasilnya, lima negara teratas dalam daftar berada di Asia.

Di urutan pertama, ada negara Vietnam. Sejauh ini, Vietnam telah memimpin dalam adopsi kripto.

Berdasarkan survei, ada 41% responden yang mengatakan mereka memiliki setidaknya satu mata uang kripto.

Sementara, Indonesia dan India berada di posisi kedua dan ketiga, masing-masing dengan 30%, diikuti oleh Malaysia dan Filipina, yang hanya tertinggal beberapa poin persentase. AS dan Inggris berada di bagian bawah daftar, dengan 9% dan 8% responden saja yang memiliki kripto.

Finder telah mensurvei 42.000 orang dari 27 negara. Laporan tersebut dilakukan melalui Google dan mengambil sampel antara 1.160 dan 2.511 responden per negara.

Menariknya, meski Vietnam memimpin, bank sentral negara tersebut masih tidak mengakui kripto secara hukum.

Bulan lalu, perdana menteri Vietnam, Phạm Minh Chính, meminta bank sentral untuk menguji coba program kripto dari tahun 2021 hingga 2023 sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk menuju pemerintahan digital.

Survei tersebut juga mengungkapkan data bahwa, tingkat rata-rata kepemilikan kripto di antara negara yang disurvei adalah 19%. Laki-laki lebih mungkin untuk berinvestasi, pada 22% responden, dibandingkan dengan wanita, pada 15 % responden.

Hasil Survei Lainnya

Namun, hasil ini cukup berbeda dari survei Statista, di mana Nigeria menjadi pemimpin di posisi teratas dalam daftar.

Dengan 32% responden yang memiliki kripto, Nigeria mengungguli Vietnam dengan 21% responden.

Survei Statista ini telah diterbitkan dalam sebuah laporan oleh Binance yang menemukan adopsi kripto ritel global telah tumbuh menjadi 300 juta orang tahun ini, mewakili 4% dari total populasi global.

Memang, untuk urusan kripto, Asia dan Afrika adalah benua yang negaranya paling getol dengan aset digital. Selain memberi potensi keuntungan yang berlimpah, akses perbankan pada masyarakat yang belum merata juga menjadi dasar ketertarikan pada kripto.

Dari Asia, kripto akan terus melebarkan sayap hingga ke Eropa dan Amerika, seperti yang banyak digambarkan oleh para analis. Kripto adalah masa depan. [st]

Protected with blockchain timestamps

Syofri Taka
Menulis artikel tak hanya berdasarkan sumber-sumber yang benar. Artikel perlu tambahan makna lewat konteks dan spektrum yang beragam.

TERKINI

ARTIKEL TERKAIT

margin: 45px; }